MUNGKID – Seorang lelaki lanjut usia berinisial D, 80 ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, Selasa (28/10). Itu karena gubuk tempat tinggalnya terbakar di Dusun Sampang, RT 04/RW 01, Gondangrejo, Windusari, Kabupaten Magelang.
Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Sutoyo. Saat itu, dia hendak berangkat ke sawah sekitar pukul 06.30. Ketika melintas di jalan bawah dekat lokasi kejadian, Sutoyo mendengar suara letupan kecil dari arah gubuk korban.
Baca Juga: Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani Bantul Akui Belum Tahu Kebijakan Baru
"Sekitar pukul setengah tujuh pagi, Pak Sutoyo lewat dan mendengar suara pletik-pletik. Setelah dicek, ternyata gubuk Mbah D sudah terbakar," ujar Sukamto, 56 warga setempat saat menyaksikan evakuasi korban.
Dia menyebut, korban selama ini dikenal sebagai sosok pendiam dan rajin beribadah. D memang hidup seorang diri dan menempati gubuk sederhana di lahan milik warga setempat sekitar 15 tahun terakhir. Sehari-hari, ia mencari rongsokan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
D juga tidak memiliki keluarga. Tapi warga sudah menganggapnya seperti bagian dari dusun ini. "Gubuk tempat tinggalnya dulu dibangun secara gotong royong oleh warga sekitar tujuh tahun lalu," jelasnya.
Baca Juga: Meramu Kolaborasi Distorsi dalam Harmoni, Saemen Fest 2025 Rilis Full Line Up
Setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan oleh tim Inafis Polresta Magelang, jenazah lantas dimandikan, disalatkan di masjid setempat, dan dimakamkan di pemakaman desa. "Warga sudah menyiapkan semua keperluan pemakaman," imbuhnya.
Peristiwa ini membuat warga Dusun Sampang berduka. Meski hidup sederhana, D dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan tekun beribadah. Karena hampir setiap hari datang ke masjid untuk salat berjamaah.
Sementara itu, Kapolsek Windusari Iptu Endro Suryanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia mengatakan, polisi menerima laporan dari warga sekitar pukul 06.00, tidak lama setelah api diketahui membakar gubuk korban.
Baca Juga: Puluhan Penyandang Disabilitas Psikososial Diajak Berkeliling Museum Sonobudoyo Jogja
Begitu menerima laporan, petugas langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. "Saat tiba di tempat kejadian, korban sudah meninggal dunia di dalam gubuknya," kata Endro.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka bakar cukup parah. Bahkan, tingkat luka bakarnya diperkirakan mencapai 50 persen. Namun, sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Tuntaskan Penyesuaian Lahan Baku Sawah untuk Perubahan RTRW, Tunggu Persetujuan Pusat
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut. Dugaan sementara, api berasal dari aktivitas memasak atau sumber api kecil di dalam gubuk. "Korban memang hidup sendiri dan gubuknya sangat sederhana, berdinding anyaman bambu. Kemungkinan api cepat membesar," ujarnya.
Warga bersama aparat desa dan kepolisian setempat bergotong royong mengurus pemakaman D. Itu sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sosok tua yang telah lama menjadi bagian dari warga Windusari itu. (aya)