MUNGKID – Pemerintah Kabupaten Magelang menegaskan komitmennya untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Sebab, Kabupaten Magelang memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan, mulai dari sektor pertanian hingga UMKM.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menginstruksikan, agar seluruh pelaksana program mengutamakan bahan pangan dari petani, peternak, dan pelaku UMKM setempat sebagai sumber pasokan utama.
"Program ini akan menjadi investasi penting bagi masa depan, bukan hanya dalam bidang gizi, tapi juga ekonomi lokal," tegas Grengseng, Senin (27/10).
"Kami memperkuat koordinasi dengan 16 kabupaten di wilayah Jogja dan Jateng bagian selatan untuk memastikan program berjalan serentak dan berkualitas," katanya.
Harsono menambahkan, MBG merupakan bagian dari strategi nasional untuk menekan angka kemiskinan dan mempercepat peningkatan produktivitas masyarakat.
Berdasarkan data BGN, tingkat kemiskinan nasional tahun 2024 tercatat 9,03 persen dan pemerintah menargetkan penurunan menjadi 4,5–5 persen pada 2029 melalui peningkatan gizi dan pendidikan.
Di Kabupaten Magelang, 60 SPPG kini sedang menuntaskan proses administratif sebelum penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Empat di antaranya sudah direkomendasikan oleh dinas kesehatan, sementara lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium. (aya/pra)