MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang melakukan rotasi besar-besaran terhadap pejabat struktural di lingkungannya.
Sebanyak 75 pejabat dilantik dalam mutasi yang mencakup 12 pejabat pimpinan tinggi pratama, 27 pejabat administrator, dan 36 pejabat pengawas.
Rotasi kali ini menjadi sorotan karena juga menyentuh posisi strategis, yakni sekretaris daerah (Sekda) Kota Magelang.
Jabatan sekda kini resmi kosong setelah pejabat sebelumnya, Hamzah Kholifi, digeser menjadi Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Baca Juga: Marak Temuan Bayi di DIY, Faktor Pergaulan Bebas Mahasiswa, Dinsos Siap Menampung, Jangan Dibuang
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, rotasi kali ini merupakan bagian dari penataan manajemen aparatur sipil negara (ASN) berbasis merit yang dilakukan secara terencana dan sesuai regulasi.
Sehingga promosi dan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan.
"Ini cerminan dari birokrasi yang terus hidup dan bergerak dinamis menyesuaikan kebutuhan organisasi serta tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks," ujar Damar di Pendopo Pengabdian, Senin (27/10).
Baca Juga: Imbas Keracunan MBG di Tiga Sekolah, SPPG Sinduadi Berhenti Beroperasi
Dia menjelaskan, mutasi ini bukan semata-mata untuk mengisi kekosongan jabatan, melainkan juga untuk menyegarkan organisasi dan mengembangkan kompetensi pegawai. Seluruh proses telah memperoleh pertimbangan teknis (pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Semua sudah sesuai norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) manajemen ASN. Kita pastikan birokrasi pemkot berjalan profesional, transparan, dan akuntabel," tegasnya.
Baca Juga: Muhammadiyah Resmi Menetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh Pada Tanggal 18 Februari 2026
Menurut Damar, kebijakan ini juga bagian dari tour of duty atau sebuah mekanisme rotasi jabatan agar setiap pegawai memperoleh pengalaman lintas bidang yang lebih luas. Bukan semata demi kepentingan politik.
Rotasi besar-besaran ini dinilai sebagai langkah strategis pemkot untuk memperkuat struktur birokrasi, memastikan regenerasi berjalan, dan menyiapkan pejabat yang adaptif terhadap tantangan pelayanan publik.
Baca Juga: Waspada! Gejala Influenza tipe A dan Subtipenya H3N2
Menurut Damar, penempatan pejabat baru mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, dan latar belakang pendidikan.
"Yang pas di posisi yang sesuai ilmunya. Ini soal kecocokan dan kebutuhan," lontarnya.
Dia juga menegaskan, mutasi bukan bentuk hukuman, melainkan penyesuaian agar organisasi lebih efektif.
Semua aspek harus berjalan normal dan alamiah.
Baca Juga: Resmi Bercerai, Ini Perjalanan Kisah Cinta Raisa dengan Hamish Daud
Salah satu perubahan paling mencolok dalam rotasi kali ini adalah pergeseran jabatan sekda.
Posisi strategis yang menjadi motor koordinasi antarperangkat daerah itu kini belum terisi.
Damar memastikan, kekosongan jabatan sekda tidak akan dibiarkan lama.
"Sekda nanti akan kita tunjuk pelaksana harian (PLH) terlebih dahulu. Setelah itu, kami usulkan penjabat (Pj) ke gubernur untuk proses selanjutnya," jelasnya.
Baca Juga: Pria WNI Bunuh Istri di Singapura Terancam Hukum Mati
Dia menambahkan, proses pengajuan pj sekda akan segera dilakukan agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif.
"Tidak boleh ada kekosongan jabatan. Setelah ada pj, nanti kita lanjutkan proses lelang jabatan sesuai mekanisme," sambungnya.
Eks Sekda Kota Magelang Hamzah Kholifi menanggapi rotasinya dengan sikap legawa.
Dia menegaskan, mutasi adalah hal yang wajar dalam birokrasi dan dirinya tetap berkomitmen untuk mengabdi di tempat baru.
Baca Juga: Apakah 28 Oktober Libur? Ini Penjelasan dan Jadwal Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025
"Sebagai PNS, saya hanya melaksanakan amanah tugas. Semua harus disyukuri dan dijalani dengan sepenuh hati," bebernya.
Dia menjabat sebagai sekda sejak 1 September 2023 dan selama dua tahun terakhir terlibat dalam sejumlah program strategis kota.
Termasuk investasi kawasan eks Magelang Theatre sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Magelang sebagai kota perdagangan dan jasa berbasis meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).
Baca Juga: DME Disebut Akan Gantikan LPG, Apa Sebenarnya GAS DME Itu?
Kini, Hamzah dipercaya sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Dia mengaku, jabatan baru tersebut merupakan hasil kesepakatan dan permintaannya sendiri kepada wali kota.
"Saya sudah lama menyampaikan ke pak wali bahwa saya ingin membantu dari sisi kemasyarakatan. Banyak PNS muda yang harus diberi kesempatan untuk berkarier. Ini bagian dari regenerasi," ungkapnya.
Baca Juga: Resmi Bercerai dengan Hamish Daud, Raisa: Tetap Jaga Hubungan Demi Anak
Hamzah juga menegaskan, rotasinya tidak terkait dengan faktor politik.
"Saya tidak pernah minta jabatan. Semua saya jalani sebagai amanah. Jadi tidak ada kaitannya dengan politik," tegasnya. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin