KEBUMEN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kebumen diminta lebih sigap dalam penanganan kerusakan jalan, utamanya ketika memasuki musim hujan. Perubahan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan mengakibatkan jalan rawan rusak. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian dinas terkait agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Anggota Komisi D DPRD Kebumen Amin Lukmantoro mengatakan, hampir setiap tahun permasalahan jalan rusak muncul ketika musim hujan tiba. Tak jarang dirinya mendapat keluhan masyarakat terkait kondisi tersebut. Oleh karena itu dinas teknis diminta gerak cepat melalui perbaikan sementara maupun penanganan secara permanen. "Jangan sampai masyarakat dirugikan. Dinas jangan tunggu korban, baru bertindak," kata Amin kepada Radar Jogja, Minggu (26/10).
Dia mendorong agar Dinas PUPR sering turun ke lapangan untuk pantauan rutin kondisi jalan. Khususnya di ruas jalan utama penghubung antar wilayah yang rawan tergenang air dan longsor. Bila perlu, kata Amin, dinas menyiapkan tim reaksi cepat yang khusus bekerja menangani jalan rusak. Dengan begitu, perbaikan jalan dapat dilakukan secara terukur, cepat dan efisien.
"Dinas tidak boleh cuma fokus bangun jalan baru, tapi pemeliharaan jalan lama diabaikan," tegasnya.
Baca Juga: Kalahkan MAN 1 Yogyakarta, Smase Melaju ke Fantastic Four
Tak hanya itu, Amin menekankan pentingnya dinas berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan hingga desa. Sebab camat dan kepala desa yang memahami kondisi wilayah masing-masing. "Sekarang di Kebumen siang-malam hujan terus. Misal diperlukan, bentuk tim khusus di UPTD buat penanganan jalan rusak," ungkapnya.
Amin menegaskan, tidak ada alasan dinas berlama-lama menangani jalan rusak. Terkait intervensi, kata dia, di Komisi D akan terus berupaya memperjuangkan alokasi anggaran untuk mengurai persoalan jalan rusak.
"Ketika untuk hajat orang banyak, apalagi ini bicara keselamatan, kami pikirkan betul," imbuhnya.
Sebelumnya, Ruas Jalan Karangsambung-Sadang, tepatnya di Desa Totogan lumpuh total akibat tertimbun tanah longsor. Peristiwa ini terjadi seiring hujan deras melanda wilayah setempat. Meterial longsor setinggi lima meter sempat menutupi hampir seluruh badan jalan.
Kondisi ini membuat kendaraan roda empat harus putar arah karena tidak dapat melintas. Sementara untuk kendaraan roda dua yang melintas harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan licin.
Satu unit alat berat dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material longsor. Secara bertahap jalan penghubung antar kecamatan tersebut kemudian dapat dilalui kendaraan. "Selain pengamanan lokasi, petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas," ungkap Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita