KEBUMEN - Petani di Desa Kedungwaru, Karangsambung, Kebumen tak lagi pusing memikirkan ongkos menggarap lahan. Hal ini karena adanya teknologi terbarukan yang dirancang khusus PT PLN.
Rumah pompa air berukuran 3x3 meter itu berdiri di ruas Jalan Karangsambung-Sadang. Keberadaannya telah mereduksi cara pandang petani. Dari serba konvensional menuju mesin listrik berbasis teknologi ramah lingkungan.
“Nanti muncul informasi kapan akan penyiraman. Dan itu, semua serba otomatis," ungkap Manager PLN Kebumen Mochamad Adli Fauji kepada Radar Jogja Minggu (26/10).
Sistem pertanian ini sudah berbasis Internet of Things (IoT). Dirancang untuk mempermudah pemantauan kinerja pompa serta tingkat kelembapan tanah secara berkala. Cukup dengan satu sentuhan fitur yang menampilkan kondisi pertanian akan muncul.
Sebelumnya, petani desa setempat perlu merogoh kocek biaya operasional sekitar Rp 11 juta untuk sekali panen. Namun, ketika beralih ke mesin pompa berbasis listrik, para petani diproyeksi mampu menghemat pengeluaran hingga 40 persen.
Keuntungan lain petani bakal menikmati hasil panen hingga tiga kali dalam setahun. "Pasti ongkos pengairan hemat, biaya operasional turun. Kami hadirkan listrik terjangkau," terangnya.
Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN mencoba memberikan sumbangsih dalam pengelolaan sistem pertanian ramah lingkungan yang efektif dan efisien. Program ini lantas disambut antusias sedikitnya 150 petani dari berbagai kelompok tani desa setempat. "Sekarang lewat program ini bisa mengaliri sekitar 25 hektar lahan pertanian," ucap Adli.
Camat Karangsambung Siti Nuriatun Faoziyah turut mendukung gerakan PLN melalui program teknologi ramah lingkungan untuk mendukung swasembada pangan. Ia cukup optimis hadirnya teknologi di sektor pertanian akan memberikan dampak positif, baik dari sisi produktivitas maupun ongkos petani.
"Banyak keunggulan. Petani di sini satu langkah lebih baik karena bisa mengurangi emisi gas dari genset. Juga, efisien biaya produksi," ungkapnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita