Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kegigihan Slamet Durian Jadi Identitas Desa, Durian Kedunggong, Primadona Baru dari Ujung Utara Kebumen

Muhammad Hafied • Minggu, 26 Oktober 2025 | 06:45 WIB
Warga Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang menunjukkan durian unggulan yang kini menjadi komoditas penggerak ekonomi warga setempat. (M Hafied/Radar Jogja)
Warga Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang menunjukkan durian unggulan yang kini menjadi komoditas penggerak ekonomi warga setempat. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

Di ujung utara perbatasan Kebumen terdapat sebuah desa yang menyimpan sejuta potensi pertanian. Desa itu bernama Kedunggong.

Tepatnya terletak di Kecamatan Sadang. Belakangan, desa di pelosok Kebumen ini mulai dikenal masyarakat luas karena berhasil mengembangkan komoditas durian.

Desa Kedunggong berjarak 35 kilometer dari pusat kota Kebumen. Jika berangkat dari Alun-alun Pancasila, paling tidak butuh waktu sekitar satu jam perjalanan untuk bisa menginjakkan kaki di desa ini.

Meski harus melewati jalan terjal dan berliku, seketika terbayarkan begitu sampai di desa paling ujung utara Kebumen tersebut.

Hamparan alam nan indah dan udara segar siap menyambut siapa saja yang datang ke Desa Kedunggong. Apalagi ketika berkunjung di pagi hari, kabut tebal yang menyelimuti barisan bukit menjadi pemandangan eksotis tersendiri. Di balik ketenangan alam serta berakar tradisi, masyarakat Desa Kedunggong hidup dengan harmonis.

Sudah begitu lama warga desa setempat menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Masyarakat yang terbilang jauh dari hiruk pikuk perkotaan ini sangat konsisten menggarap lahan. Mereka dengan tekun dan sabar bercocok tanam seperti padi, singkong, cengkeh, jagung, kopi hingga sayuran.

Namun lima tahun terkahir, desa ini sukses membangun brand atau identitas desa sebagai kampung penghasil durian unggulan. Warga perlahan mulai melirik tanaman durian sebagai sumber penghasilan baru. Melihat hasil cukup menjanjikan, tak jarang petani setempat kini lebih memilih menanam durian kualitas super.

"Durian premium mulai ada di sini 2010. Kebetulan saya mengawali dan terbukti hari ini desa kami sebagai sentra durian di Kebumen," ungkap Kepala Desa Paimin kepada Radar Jogja, Jumat (24/10).

Pria yang akrab dikenal sebagai Slamet Duren ini bercerita, awalnya warga desa sempat tak ada yang minat untuk menanam durian. Saat itu dalam benak warga, aktivitas menanam pohon durian adalah sebuah tantangan.

Risiko gagal panen dan sulitnya pola perawatan membuat warga sedikit enggan memilih durian sebagai alternatif komoditas pertanian.

Seiring waktu, Slamet berhasil menunjukkan bahwa tanah subur di desanya cocok untuk durian. Berbagai kendala yang dihadapi selama menanam durian telah berbuah manis.

Hampir setiap tahun Desa Kedunggong menyumbang hasil panen durian berkualitas. "Awalnya dicibir mau tanam durian. Sekarang ratusan pohon durian mulai produksi," bebernya.

 Baca Juga: Satpol PP Kota Jogja Sita 572 Batang Rokok Ilegal, Peredaran Mulai Gunakan Modus Jaringan Relasi

Kini, Desa Kedunggong telah dikenal sebagai wilayah penghasil komoditas durian. Bahkan setiap tahun di desa selalu meriah dengan agenda pesta durian.

Tak jarang masyarakat luar daerah rela datang hanya untuk menikmati durian khas Kedunggong yang memiliki cita rasa manis dan legit disertai aroma menggugah selera.

"Kami yakini durian bisa menggerakkan ekonomi. Belum ada sejarah harga durian sama dengan harga timun," tegas Slamet. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#durian #slamet #kebumen