MUNGKID — Kecelakaan beruntun melibatkan lima kendaraan terjadi di ruas Jalan Raya Magelang–Jogjakarta, tepatnya sebelum lampu lalu lintas Blondo, Mungkid, Selasa (21/10) sore. Insiden ini diduga dipicu oleh truk dump yang mengalami rem blong saat kondisi jalan licin akibat hujan.
Akibat kecelakaan itu, arus lalu lintas dari arah Magelang menuju Yogyakarta sempat macet hingga dua kilometer. Polisi bersama tim SAR, petugas dinas perhubungan, dan relawan segera mengevakuasi kendaraan yang rusak untuk mengurai kemacetan.
Menjelang malam, seluruh kendaraan berhasil dipindahkan ke tepi jalan dan arus lalu lintas kembali normal sekitar pukul 19.00. Sementara itu, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk dump serta mengamankan kendaraan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Unit Gakkum Satlantas Polresta Magelang Ipda Ricky S. Hartono menyebut, peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00, ketika sejumlah kendaraan tengah berhenti menunggu lampu merah. Total ada lima kendaraan yang terlibat, yakni tiga truk dan dua mobil kecil.
Secara tiba-tiba, truk dump bernomor polisi K 8709 OC melaju dari arah Semarang menuju Magelang dan menghantam empat kendaraan di depannya. Truk dump yang kehilangan kendali pertama kali menabrak truk boks B 9818 KXU, yang kemudian terdorong dan menghantam truk ekspedisi BG 8515 KI di depannya.
Namun, benturan beruntun itu belum berhenti. Truk ekspedisi kembali mendorong mobil Suzuki Carry AA 1478 SK, hingga pengemudinya terjepit di dalam kabin. Tak berhenti di situ, mobil Carry tersebut bahkan sempat terdorong lagi dan menabrak Carry boks H 9259 FK, yang akhirnya menyerempet truk tronton di bagian depan.
Dia mengatakan, penyebab kecelakaan adalah rem blong pada truk dump yang berjalan dari arah Semarang ke Magelang. "Sampai di lokasi, saat lampu merah menyala, kendaraan di depannya berhenti. Karena sistem rem tidak berfungsi, sopir tidak bisa menghentikan laju kendaraan dan akhirnya menabrak beruntun," jelas Ricky.
Beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah di bagian depan dan belakang, terutama dua mobil kecil yang menjadi imbas tabrakan berantai tersebut. Selain itu, ada dua orang yang mengalami luka-luka. "Satu orang sempat terjepit dan mengalami luka ringan, sementara satu lainnya luka lecet," terangnya.
Proses penyelamatan korban berlangsung dramatis di tengah guyuran hujan deras dan kemacetan lalu lintas. Tim Basarnas Unit Siaga Borobudur bersama Damkar Kabupaten Magelang dikerahkan untuk mengevakuasi pengemudi Suzuki Carry yang terjepit.
Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur Basuki mengatakan, tim menerima laporan sekitar pukul 17.10 dan langsung menuju lokasi. Begitu tiba di lokasi, satu korban dalam posisi terjepit di kabin.
"Kami bersama tim gabungan berhasil mengeluarkan korban dalam keadaan selamat, meski proses evakuasi cukup sulit karena ruang sempit dan kondisi hujan," ujar Basuki.
Evakuasi berlangsung sekitar 30 menit, sebelum akhirnya korban berhasil dikeluarkan dan dilarikan ke RSUD Tidar Kota Magelang untuk mendapatkan perawatan.
Salah satu pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan, warga Ngluwar bernama Kirmadi, 39 menceritakan detik-detik peristiwa itu. Dia mengaku, tengah berhenti di lampu merah ketika tiba-tiba truk dump dari arah belakang menghantam beruntun kendaraan di depannya.
"Semua kendaraan sudah berhenti di bangjo (lampu merah). Tiba-tiba dari arah Magelang truk dump dol reme (rem blong) dan langsung nabrak empat kendaraan di depan," tutur Kirmadi.
Kirmadi yang mengendarai mobil Suzuki Carry boks membawa muatan keripik dari Magelang menuju Ngluwar. Mobilnya terdorong cukup keras hingga menabrak kendaraan di depannya. "Saya di depan sendiri, pas kena dorongan dari belakang. Yang pengemudi Carry di belakang saya itu sempat kejepit," imbuhnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo