Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kota Magelang Raih Juara 1 Mandaya Award 2025, Bukti Keberhasilan Membangun dari Kolaborasi Warga

Naila Nihayah • Jumat, 17 Oktober 2025 | 03:10 WIB

 

 

BERPRESTASI: Wali Kota Magelang (kiri) saat menerima penghargaan pada Puncak Penganugerahan Mandaya Awards 2025 di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Kamis (16/10).
BERPRESTASI: Wali Kota Magelang (kiri) saat menerima penghargaan pada Puncak Penganugerahan Mandaya Awards 2025 di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Kamis (16/10).

MAGELANG - Kota Magelang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tahun ini, Kota Sejuta Bunga itu dinobatkan sebagai Juara 1 Mandaya Award 2025 kategori Kota, berkat keberhasilannya menghadirkan praktik pemberdayaan masyarakat yang dinilai inspiratif, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi komunitas, lingkungan sosial, serta ekologi.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengaku bangga sekaligus terharu. Menurutnya, capaian ini bukan semata hasil kerja pemerintah, melainkan buah kolaborasi yang kuat antara warga dan seluruh pemangku kepentingan di Kota Magelang.

Mandaya Award ini, lanjutnya, dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Kota Magelang. "Terima kasih atas kerja keras, kolaborasi, dan semangat gotong royong dari seluruh OPD, ASN, hingga warga di setiap sudut kota," ujar Damar usai menerima penghargaan, Kamis (16/10).

Dia menegaskan, pemkot sejak awal menempatkan partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Prinsip itu diterapkan melalui berbagai mekanisme.

Mulai dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di tingkat RT hingga pelibatan akademisi, tokoh masyarakat, media, dan pelaku usaha dalam merumuskan kebijakan publik.

Keterlibatan warga tidak hanya sebatas formalitas, tetapi menjadi budaya dalam proses pembangunan. "Dari sinilah muncul berbagai inovasi lokal yang lahir dari kebutuhan dan ide masyarakat sendiri," lontarnya.

Dengan konsep 'pembangunan dari warga untuk warga', Kota Magelang dinilai berhasil membangun keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian sosial, dan kepedulian ekologis.

Damar menegaskan, pemerintah daerah akan terus membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat, lembaga, dan komunitas agar pembangunan berjalan lebih partisipatif dan berkelanjutan.

"Kunci keberhasilan Kota Magelang adalah sinergi. Tidak ada program besar yang bisa berhasil tanpa gotong royong," tegasnya.

Mandaya Award merupakan ajang penghargaan nasional yang digagas untuk mengapresiasi individu, lembaga, maupun pemerintah daerah yang berhasil menghadirkan praktik pemberdayaan masyarakat secara inovatif, berdampak, dan berkelanjutan.

Selain Kota Magelang, penghargaan tahun ini juga diraih oleh Kota Denpasar, Kota Cimahi, Kota Bogor, dan Kota Blitar untuk kategori lain.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan, keberhasilan pembangunan nasional tidak lagi diukur dari seberapa besar bantuan sosial disalurkan. Melainkan dari sejauh mana masyarakat mampu berdiri di atas kemandiriannya sendiri.

Menurutnya, Mandaya adalah simbol perubahan paradigma. "Dari bantuan menjadi pemberdayaan, dari program menjadi gerakan, dari ide menjadi dampak nyata," ujar Cak Imin.

Dia menambahkan, negara perlu terus mendorong ekosistem yang membuat masyarakat mampu berdaya dan bermartabat. Bantuan sosial memang penting sebagai bantalan, namun yang lebih esensial adalah tumbuhnya kesadaran kolektif untuk mandiri dan saling menguatkan. (aya)

Editor : Herpri Kartun
#Kota Sejuta Bunga #musrenbang #Mandaya Award 2025