PURWOREJO - Dunia politik Purworejo kehilangan salah satu sosok teladannya. Wakil Ketua DPRD Purworejo, Fran Suharmaji, tutup usia pada Rabu malam (15/10), ketika sedang menjalankan tugas kedewanan di Jakarta.
Ia wafat setelah sempat terjatuh di kamar mandi tempat penginapan, usai menghadiri rapat koordinasi di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meski telah mendapat pertolongan dan dibawa ke RS Husada Jakarta, nyawa almarhum tak tertolong.
Fran Suharmaji menghembuskan napas terakhir dalam pengabdian, tepat di tengah upaya membangun sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam pemberantasan korupsi.
“Kami kehilangan sosok pejuang sejati. Beliau adalah teladan dalam integritas dan dedikasi,” ujar Ketua DPRD Purworejo, Tunaryo, kepada Radar Jogja, Kamis (16/10).
Fran Suharmaji bukan sosok baru dalam dunia pelayanan publik. Sebelum dikenal luas sebagai politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), almarhum telah mengukir jejak panjang dalam dunia ekonomi dan keuangan daerah.
Ia mengawali karier di sektor perbankan dan dipercaya memimpin Bank Bapas 69, bank milik Pemkab Magelang, sejak 1997.
Pada 2018, ia menduduki jabatan direktur utama, sebuah posisi yang mencerminkan kepercayaan dan rekam jejak profesional yang kuat.
Namun, pada titik tertentu dalam hidupnya, Fran memilih jalan baru, politik. Pada 2019, ia resmi bergabung dengan PKB dan berhasil meraih kursi pimpinan DPRD Purworejo.
Sejak itu, ia dikenal sebagai wakil rakyat yang konsisten memperjuangkan kepentingan daerah, dengan pendekatan yang tenang, terbuka, dan solutif.
Fran dikenal sebagai pribadi sumeh (ramah), rendah hati, dan mudah didekati. Sosoknya tidak hanya dihormati di ruang parlemen, tapi juga akrab dengan lingkungan pesantren, ulama, dan masyarakat akar rumput.
“Beliau itu selalu hadir di tengah masyarakat. Tidak pernah segan turun langsung ke lapangan, bicara dengan rakyat, menyerap aspirasi,” kenang Toha Mahasin, Sekretaris DPC PKB Purworejo.
Kepergian mendadak almarhum membuat banyak pihak terpukul, terutama kader dan pengurus PKB dari tingkat kabupaten hingga ranting.
Lahir dan dibesarkan di Desa Celapar, Kecamatan Bagelen, Fran menyelesaikan pendidikan menengah atas pada 1980.
Ia melanjutkan studi sarjana di STIE Widya Wiwaha Jogja, lalu mengambil gelar magister di Universitas Islam Indonesia (UII) pada 1996.
Sejak usia muda, ia menunjukkan minat pada pengembangan ekonomi daerah.
Lewat latar belakang akademiknya, Fran mendedikasikan diri dalam memajukan sektor keuangan lokal, sebelum akhirnya menyalurkan semangat pengabdiannya melalui jalur legislatif. (fid/pra)
Editor : Herpri Kartun