KEBUMEN - Pagi itu, suasana Desa Banjurpasar, Kecamatan Buluspesantren berselimut duka. Dari kejauhan bendera setengah tiang terlihat berjejer di pinggir jalan desa. Kabut kesedihan begitu nyata dirasakan atas kepergian sosok pejuang sejati. Dia adalah Praka Amin Nurohman.
Di bawah terik matahari yang mulai condong ke barat, barisan prajurit TNI bersiap mengangkat peti jenazah Praka Amin. Wajah mereka terlihat gagah, namun di balik semua itu menyimpan duka mendalam. Apalagi peti yang akan mereka angkat berisi jenazah rekannya sendiri.
Warga saling berdatangan ke kompleks pemakaman. Tepatnya untuk memberikan penghormatan terakhir atas kepergian Praka Amin. Mereka tak kuasa menahan tangis ketika peti berbalut bendera Merah Putih mulai dimasukkan liang kubur.
"Saya bersama warga bersaksi, yang bersangkutan orang baik. Kami kehilangan pejuang sejati," ungkap Kepala Desa Banjurpasar Sunarto kepada Radar Jogja Selasa (14/10).
Hari berduka itu tak pernah masuk dalam bayangan keluarga dan orang terdekat Praka Amin. Mereka masih belum percaya, sosok yang dikenal santun dan ramah begitu cepat meninggalkan dunia untuk selamanya. Kesedihan mereka semakin menjadi karena ajal lebih dulu menjemput sebelum Praka Amin melangsungkan pernikahan.
Janji suci yang belum sempat terucap di pelaminan berganti doa dan cucuran air mata. Butiran cinta yang selama ini terbangun menuju pelaminan telah dibalas dengan pengorbanan membela negara. "Sudah tunangan, rencana sepulang penugasan mau menikah. Tapi maut tidak ada yang tahu," kata Sunarto.
Tidak ada wasiat khusus yang diberikan sebelum kepergian Praka Amin. Hanya saja beberapa hari sebelum kematian, prajurit TNI kelahiran tahun 1997 itu sempat berpesan kepada keluarga untuk menyiapkan segala kebutuhan tasyakuran.
Tujuannya agar diberi kelancaran dan keselamatan selama berjuang di medan tugas. "Sebelum gugur, sempat telepon ke rumah. Minta slametan. Orang tua di sini langsung beli macam-macam. Yang cerita ibunya," ungkapnya.
Kini, prajurit TNI itu menyisakan kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan warga Desa Banjurpasar. Nama Praka Amin akan selalu dikenang sebagai prajurit sejati yang gugur saat menjalankan misi di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat pada Sabtu (11/10). Anggota Satgas Yonif 410/Alugoro ini gugur dalam aksi penyerangan yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM). (fid/laz)