MUNGKID – Ratusan peserta dari berbagai kecamatan berkumpul di Pendopo drh Soepardi, kompleks Setda Kabupaten Magelang, Selasa (14/10). Mereka turut meramaikan tiga ajang keagamaan bergengsi, yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), dan Festival Rebana tingkat Kabupaten Magelang tahun 2025.
Ketua Panitia Penyelenggara Agus Widodo menjelaskan, MTQ, MQK, dan Festival Rebana tahun ini digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, dengan tema Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.
Sebanyak 578 peserta ambil bagian dalam berbagai cabang lomba. Rinciannya, untuk MTQ terdiri dari 216 peserta cabang seni baca Al-Qur’an, 133 peserta cabang hafalan Al-Qur’an, 27 grup Fahmil Qur’an, 18 grup Syarhil Qur’an, 25 peserta karya tulis ilmiah Al-Qur’an, dan 66 peserta seni kaligrafi.
Menurut Sahid, pelaksanaan MTQ, MQK, dan Festival Rebana juga menjadi wadah memperkuat persaudaraan umat Islam, kebangsaan, dan kemanusiaan. Melalui seni dan syiar, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
"Kegiatan seperti ini memperkaya khazanah seni budaya Islam di Magelang dan mengingatkan kita bahwa dakwah bisa hadir dalam bentuk yang indah dan damai," ujarnya.
Baca Juga: Hasil Riset BRIN dan Bappeda: Padi Merah Segreng Handayani Jadi Kunci Ketahanan Pangan Gunungkidul
Sahid menambahkan, ajang tahunan ini juga menjadi wadah penjaringan kafilah terbaik yang nantinya akan mewakili Kabupaten Magelang di tingkat provinsi hingga nasional. Pemkab juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan pesantren.
Menurutnya, membangun masyarakat yang religius dan berkarakter kuat merupakan pondasi penting menuju kesejahteraan yang berkelanjutan. "Melalui kolaborasi ini, kita ingin menjadikan Magelang sebagai daerah yang berkarakter religius, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai moral serta spiritual," ujarnya. (aya)