KEBUMEN - Sebanyak 118 pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SMA mengikuti kejuaraan catur tingkat Kabupaten Kebumen, Sabtu (11/10). Mereka saling beradu kemampuan untuk berebut tropi kejuaraan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Tahun 2025.
Panitia Pelaksana Popda Cabor Catur Walno menyampaikan, pekan olahraga pelajar masuk kategori perlombaan cukup bergengsi karena mempertemukan perwakilan dari berbagai sekolah. Setiap peserta diberi ruang untuk mengasah kemampuan demi naik podium juara. "Sama seperti kompetisi lain. Aturan dan ketentuan sama. Kami pakai sistem Swiss 5 babak," jelasnya, saat ditemui Radar Jogja.
Walno mengatakan, Popda bukan hanya sekadar berkompetisi, melainkan sebagai wadah silaturahmi antar pecatur muda di Kebumen. Selama pertandingan peserta dapat bertukar ilmu dan pengalaman tentang catur. Adapun kategori kejuaraan ditentukan untuk kelas putra dan putri pada setiap jenjang pendidikan.
"Semakin sering dilatih dan bertanding, anak-anak akan paham strategi catur," katanya.
Popda yang berlangsung di gedung Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen ini berlangsung tertib dan penuh sportivitas. Para peserta tampak bersemangat mengikuti seluruh rangkaian pertandingan. Mereka juga datang dengan didampingi orang tua maupun guru dari setiap sekolah.
Sementara itu, Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kebumen Saiful Hadi mengaku salut dengan kemampuan pecatur muda Kebumen selama pertandingan. Berdasar pantauan dirinya di lokasi, cara bermain atau strategi masing-masing peserta sudah tergolong cukup baik. Kendati begitu, dia berpesan agar pecatur muda tetap giat berlatih untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Saiful berharap, melalui gelaran popda dapat melahirkan bibit atlet catur potensial di Kebumen. Tak kalah penting ajang rutin tahunan ini menjadi sarana agar olahraga catur semakin dicintai masyarakat. "Bagus, saya lihat dalam menentukan langkah bidak catur sudah bagus. Tinggal diasah lagi," terangnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita