Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berakhir 2027, HGB PT Semen Gombong Dialihkan untuk SR dan Agrowisata

Muhammad Hafied • Jumat, 10 Oktober 2025 | 06:45 WIB
Prosesi penandatanganan berita acara peralihan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Semen Gombong di Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN. (Dokumentasi Prokopim Kebumen)
Prosesi penandatanganan berita acara peralihan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Semen Gombong di Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN. (Dokumentasi Prokopim Kebumen)


 

KEBUMEN - Pemanfaatan lahan dengan status hak guna bangunan (HGB) PT Semen Gombong resmi dialihkan untuk kegiatan agrowisata. Selain fokus di sektor pertanian, pemanfatan lahan tersebut juga akan dioptimalkan untuk mendukung program Sekolah Rakyat (SR).

Peralihan penggunaan fungsi lahan ini ditegaskan berdasar berita acara tindak lanjut penertiban tanah HGB atas nama PT Semen Gombong, Rabu (8/10). Bertempat di Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (Dirjen PPTR) Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN). Sebagai informasi, HGB PT Semen Gombong diperoleh pada 1997 dan segera berakhir 2027.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani  menyambut baik pemanfaatan lahan HGB yang selama ini kurang produktif. Menurutnya, penerbitan dokumen perlaihan lahan tersebut menjadi pintu awal membawa kebermanfaatan bagi masyarakat secara luas.

"Dengan penandatanganan ini, maka pembangunan sekolah rakyat makin jelas statusnya," ujar Lilis.

Lilis menjelaskan, pelepasan HGB PT Semen Gombong mencakup tanah seluas sekitar tujuh hektare. Lokasinya berada di Desa Nogoraji, Kecamatan Buayan. Rencananya, tanah tersebut akan digunakan untuk SR Kebumen.

Sedangkan SR rintisan di Kecamatan Pejagoan yang sudah berjalan rencananya direlokasi seluruhnya di SR tersebut. "Program strategis nasional ini sudah ditinjau Kemensos dan Kementerian PUPR," terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Gombong Roni Pramaditia mengatakan, kegiatan perusahaan ke depan akan lebih banyak berfokus pada bidang pertanian dan perkebunan.

Dirinya juga mengapresiasi dukungan pemkab dalam upaya pemanfaatan produktivitas lahan. Hasil kesepakatan tersebut diharapkan membawa dampak positif, utamanya dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal melalui program yang bergulir.

"Kami melihat potensi dari Kebumen di luar tambang adalah pertanian," jelas Roni. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#agrowisata #hgb #PT Semen Gombong #Sekolah Rakyat