Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Simfoni Budaya Magelang dan Gianyar, Puncak Borobudur Moon Tampilkan Kisah Klasik Raja Purusadha dan Sutasoma

Naila Nihayah • Kamis, 9 Oktober 2025 | 03:45 WIB
MENARIK: Ribuan pasang mata tampak terpukau dengan penampilan tari dari Magelang maupun Gianyar pada gelaran Borobudur Moon, Selasa (7/10) malam.
MENARIK: Ribuan pasang mata tampak terpukau dengan penampilan tari dari Magelang maupun Gianyar pada gelaran Borobudur Moon, Selasa (7/10) malam.

MUNGKID – Ribuan warga berduyun-duyun memadati area Marga Utama Kompleks Candi Borobudur, Selasa (7/10) malam. Di bawah cahaya purnama, mereka menyaksikan peristiwa bersejarah, yakni Borobudur Moon, sebuah pertemuan budaya yang memadukan keagungan spiritual Candi Borobudur dengan semangat seni lintas daerah.

Sejak Magrib, warga mulai mengantre masuk lewat pintu kalpataru. Sebab, gelaran ini memang terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Praktis hal itu menyedot antusiasme warga untuk menyaksikan perhelatan akbar tersebut.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyebut, Borobudur Moon bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan ruang pertemuan budaya antara dua daerah istimewa. Yakni Kabupaten Magelang dan Kabupaten Gianyar, Bali.


Selain penampilan dari Gianyar, seniman-seniman lokal Magelang juga unjuk kebolehan. Tarian Raja Sibi dari Sanggar Avadana Wanurejo, Dewi Sri Boyong dari Langgen Krido Santoso Windusari, Kalyanamitra Dewi Malam, serta Soreng Warga Setuju dari Bandungrejo Ngablak turut memukau penonton. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Candi Borobudur #Borobudur moon #Kabupaten Magelang #gianyar #Bupati Magelang Grengseng Pamuji #Budaya #PT Taman Wisata Candi Borobudur #Kabupaten Gianyar