KEBUMEN - DPRD Kebumen memberikan perhatian terhadap kinerja tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum mencapai target pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini terungkap saat rapat evaluasi pendapatan OPD Tahun 2025 di ruang Komisi C DPRD Kebumen Selasa (7/10).
Berdasarkan catatan Komisi C, ada tiga OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen dengan realisasi PAD masih di bawah target. Masing-masing dinas pariwisata dan kebudayaan (Disparbud), dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (DPUPR) dan dinas perumahan, kawasan permukiman dan perhubungan (Disperkimhub). “Sudah masuk triwulan ketiga, realisasinya masih di bawah 60 persen. Tentu akan kami dorong,” jelas Anggota Komisi C Erni Widi Astuti kepada Radar Jogja.
Disebutkan, dari tiga OPD tersebut realisasi PAD paling jeblok adalah Disperkimhub. Tercatat dari target PAD Rp 11,03 miliar, per Agustus lalu baru tercapai Rp 4,7 miliar atau 43,9 persen.
Potensi PAD ini, lanjutnya, dihasilkan dari tiga objek retribusi. Yakni retribusi penyedian parkir tepi jalan umum, retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan, serta retribusi penyewaan bangunan atau aset daerah. “Kami akan cari tahu, sebenarnya apa saja kendalanya,” tegasnya.
Sementara Disparbud, realisasi PAD hingga September baru Rp 5,19 miliar. Padahal targetnya mencapai Rp 10 miliar. PAD tersebut terdiri dari objek pendapatan retribusi pemakaian aset daerah dan retribusi pelayanan tempat rekreasi.
Sedangkan DPUPR, per akhir September 2025 target PAD yang dicapai baru 55,20 persen. “Selain tiga dinas itu, rata-rata target sudah 70-85 persen,” katanya.
Legislator lain Bangkit Hanis Saputro menambahkan, perangkat daerah yang memiliki tanggung jawab menyumbang PAD harus pro aktif dalam mengejar capaian target. Terlebih, saat ini terdapat kebijakan adanya pembatasan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah. Kondisi ini menurutnya perlu menjadi perhatian bersama antara eksekutif dan legislatif.
Bangkit mengatakan, masih ada waktu bagi dinas terkait mengejar ketertinggalan target sebelum tutup buku akhir tahun. Dia meminta dinas lebih agresif dan inovatif terkait optimalisasi PAD. “Harusnya lebih getol. DPRD juga tentu akan menghitung proyeksi tahun 2026,” ungkapnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita