Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pascakeracunan MBG di Purworejo, Pelajar mulai Pulih, Pengawasan Dapur Diperketat

Muhammad Hafied • Selasa, 7 Oktober 2025 | 05:35 WIB
Sejumlah pelajar mendapat perawatan medis di Puskesmas Bragolan. Mereka mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (Istimewa)
Sejumlah pelajar mendapat perawatan medis di Puskesmas Bragolan. Mereka mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (Istimewa)

PURWOREJO - Kondisi para pelajar di Purworejo yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) mulai berangsur pulih. Sebagian besar pelajar kini telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di layanan kesehatan.

Seperti di Puskesmas Bragolan, hingga Senin (6/10) hanya tersisa satu pelajar yang masih menjalani rawat inap. Mayoritas pasien yang sebelumnya mengalami keracunan kini telah dinyatakan pulih. Aula pertemuan puskesmas yang sempat dijadikan ruang darurat untuk penanganan pasien keracunan juga terlihat telah dikosongkan.

Pasien keracunan yang merupakan pelajar SMPN 8 Purworejo pertama kali dirujuk ke puskesmas pada Jumat (3/10). Totalnya mencapai 10 pasien dengan gejala pusing, diare, lemas, mual dan muntah. "Tinggal satu pasien karena nunggu suntik antibiotik. Habis ini segera pulang. Yang bersangkutan memang masuknya belakangan dari pasien kebanyakan," jelas seorang perawat jaga Puskesmas Bergolan, Senin (6/10).

Sebelumnya, sebanyak 127 pelajar di Purworejo dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap menu sajian program MBG, Jumat (3/10). Kejadian ini berselang sepekan pasca kasus serupa terjadi di Kebumen. Berdasar hasil rekap Dinas Kesehatan Purworejo, siswa yang mengalami keracunan berasal dari SMPN 8 Purworejo dan SMAN 3 Purworejo. Kedua sekolah tersebut berada di Kecamatan Purwodadi.

Dari total korban mereka menjalani perawatan medis yang tersebar di berbagai layanan kesehatan. Yakni, di RSUD Tjokronegoro, RSUD dr Tjitrowardojo, Panti Waluyo dan Puskesmas Bragolan dan Puskesmas Bubutan. Tercatat, dari keseluruhan korban 23 pelajar harus opname di layanan kesehatan, sedangkan 104 pelajar menjalani rawat jalan.

Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menyatakan, selain mendalami penyebab terjadinya kasus keracunan, pemerintah daerah juga telah melakukan upaya preventif dengan pemantauan terhadap dapur MBG. Dia tak ingin kejadian serupa terulang akibat lemahnya pengawasan dalam pengelolaan dapur MBG. "Pada intinya kami masih tahap pendalaman. Kami juga ambil langkah-langkah preventif," jelasnya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#keracunan mbg #dapur #pelajar #Dion Agasi Setiabudi #Purworejo