Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pecahkan Rekor Muri, 5.500 Anak PAUD se-Kabupaten Magelang Padati Plaza MAJT An-nuur, Tanamkan Kebanggaan Budaya Bangsa dengan Membatik Bareng

Naila Nihayah • Jumat, 3 Oktober 2025 | 03:07 WIB

 

 

SERU: Anak-anak PAUD mengikuti kegiatan bertajuk "Ayo Membatik" di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang, kemarin (2/10).
SERU: Anak-anak PAUD mengikuti kegiatan bertajuk "Ayo Membatik" di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang, kemarin (2/10).

 

MAGELANG - Suasana Plaza Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang berubah menjadi lautan anak-anak.

Lebih dari 5.500 anak PAUD dari berbagai RA, TK, dan kelompok bermain (KB) se-Kabupaten Magelang berkumpul untuk merayakan Hari Batik Nasional sekaligus Hari Santri Nasional 2025, Kamis (2/10).

Kegiatan yang dipadukan dengan Gebyar "Ayo Membatik" ini menjadi momentum besar untuk memperkenalkan batik sejak dini. Mereka bersemangat menggoreskan tinta pada selembar kertas bermotif batik.

Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU Kabupaten Magelang Hibatun Wafiroh mengutarakan, ribuan anak-anak itu berasal dari 336 RA/TK dan KB di bawah naungan Kemenag serta Disdikbud Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini tidak sekadar untuk memecahkan rekor Muri, tapi juga menanamkan kebanggaan terhadap batik sebagai identitas budaya Indonesia.

Menurutnya, batik bukan hanya pakaian, tetapi simbol penting bangsa Indonesia yang sudah diakui dunia. "Menanamkan kecintaan terhadap batik sejak dini adalah bagian dari pendidikan karakter dan nasionalisme," ujarnya.

Bunda PAUD Kabupaten Magelang Dian Grengseng Pamuji menekankan, batik memiliki nilai lebih dari sekadar keterampilan seni. Menurutnya, membatik adalah proses belajar yang utuh.

"Di dalamnya ada pelatihan motorik halus, kesabaran, ketelitian, serta pengenalan budaya," katanya.

Dia menambahkan, kegiatan ini contoh nyata pendidikan karakter yang menyenangkan. "Gebyar Ayo Membatik meneguhkan komitmen kita untuk melestarikan budaya bangsa sekaligus membangun karakter anak-anak sejak usia dini," tambahnya.

Baca Juga: Gebrakan Baru, Atlet dan Pelatih Berprestasi di Kota Magelang Bisa Dapat Program Bedah Rumah

Sementara itu, peringatan Hari Santri Nasional juga tidak luput dari sorotan. Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sakir menyebut, momen ini penting untuk mengingatkan kembali peran santri dalam menjaga keutuhan bangsa.

Tahun ini, lanjut Sakir, tema Hari Santri menekankan bahwa santri adalah teladan akhlak, penjaga tradisi, sekaligus agen perubahan menuju Indonesia maju dan berkarakter. "Semangat kebangsaan itu harus terus ditanamkan," bebernya.

Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang Asfuri Ms mengaku bangga masjid itu dipercaya menjadi pusat kegiatan positif, khususnya untuk pendidikan dan penguatan karakter anak.

"Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat pembelajaran dan pengembangan umat," lontarnya.

Dengan kapasitas 8.000 jamaah serta fasilitas memadai, dia yakin MAJT An-Nuur mampu menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat, jamaah, hingga wisatawan. (aya/laz)

Editor : Herpri Kartun
#kelompok bermain #budaya indonesia #NU #Masjid Agung Jawa Tengah #santri #paud