Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Satu Dapur MBG di Kecamatan Petanahan, Kebumen Ditutup Pasca-Insiden Keracunan, Akan Dibuka setelah Proses Investigasi

Muhammad Hafied • Kamis, 2 Oktober 2025 | 02:15 WIB

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes PPKB Kebumen Aris Eko Sulistiyono
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes PPKB Kebumen Aris Eko Sulistiyono

KEBUMEN - Satu unit dapur penyedia program makan bergizi gratis (MBG) terpaksa ditutup setelah kejadian keracunan massal di Kecamatan Petanahan. Penutupan sementara ini dilakukan sampai tenggat waktu yang belum bisa ditentukan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kebumen Aris Eko Sulistiyono menyampaikan, pihaknya belum mengetahui pasti kapan dapur MBG kembali aktif melayani. Namun, penutupan dapur MBG ini akan dilakukan selama masa investigasi masih berlangsung.

"Setelah ada kasus kejadian keracunan dapur itu tidak beroperasional," kata Aris kepada Radar Jogja Rabu (1/10).

Dia menegaskan, penutupan dapur MBG menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN). Pun demikian, ketika nantinya dapur akan kembali beroperasi tentu menunggu hasil rekomendasi dari BGN. Saat ini, tim investigasi telah bergerak untuk mencari penyebab pasti insiden keracunan yang menimpa ratusan pelajar di Kecamatan Petanahan.

Dinkes PPKB, kata Aris, masih menunggu hasil pengecekan sampel makanan yang dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BB Labkesmas) Jogjakarta. Dari hasil laboratorium tersebut akan diketahui jenis bakteri yang mengakibatkan pelajar keracunan.

"Tidak hanya publik, kami juga sama-sama masih menunggu," ungkapnya.

Berdasar penelusuran Radar Jogja, penyedia menu makanan MBG yang menyebabkan keracunan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Saka Tunggal Bersinar. Diketahui, yayasan ini telah melayani program MBG di wilayah Kecamatan Petanahan sejak Agustus 2025. SPPG yang berada di Desa Karanggadung, Petanahan ini menyediakan menu MBG dengan kapasitas 3.780 porsi per hari.

Sementara itu, Ketua DPRD Kebumen Saman menegaskan, seluruh pihak tidak boleh berkompromi atas kejadian keracunan karena persoalan tersebut menyangkut nyawa 101 pelajar. Dia tak ingin masyarakat menjadi korban karena lemahnya tata kelola dapur MBG yang mengabaikan aspek keamanan dan keselamatan.

"Sudah kami minta evaluasi. Korbannya bukan cuma satu dua pelajar, tapi ratusan," tegas Saman. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana #Mbg #kebumen #Balai Besar Laboratorium Kesehatan #Yayasan Saka Tunggal Bersinar #BB Labkesmas #Kecamatan Petanahan #dapur #keracunan #Program makan bergizi gratis (MBG) #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #dinkes ppkb