PURWOREJO - Program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purworejo masih terus bergulir. Kendati begitu, jumlah dapur MBG masih cukup terbatas untuk menjangkau seluruh sekolah.
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menyebut, dari total kebutuhan 63 lebih Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), saat ini di Purworejo baru beroperasi 12 unit SPPG. Kondisi ini menurut Dion akan menjadi perhatian pemerintah daerah agar program tersebut dapat merata.
"Sekarang yang sudah operasional itu 12. Dari target antara 63 sampai 67 dapur. Saya lupa, tapi perkiraan segitu," jelas Dion kepada Radar Jogja, Selasa (30/9).
Baca Juga: SPP Tol Jogja-YIA di Kalurahan Kaliagung, Sentolo Terbit Rp 69 M untuk 95 Bidang Tanah
Dia mengaku, problematika yang muncul dalam pelaksanaan program MBG ini masih terkendala terbatasnya jumlah dapur yang beroperasi. Sehingga pelajar di Purworejo belum sepenuhnya dapat menikmati manfaat dari program tersebut.
Namun demikian, pemerintah daerah melalui satuan petugas (satgas) yang telah dibentuk akan melakukan upaya guna percepatan pembentukan dapur MBG.
Dion mengatakan, pemerintah daerah juga akan terus mengavaluasi secara berkala terkait keterserapan anggaran pemerintah pusat yang dialokasikan untuk program MBG.
Harapannya tentu agar progam skala prioritas tersebut dapat terealisasi dengan optimal. "MBG belum tercakup semua. Baru beberapa titik sekolah," jelasnya.
Lebih lanjut, selama pelaksanaan program MBG ini pihaknya juga akan pro aktif mengawasi tata kelola dapur untuk memastikan dari segi keamanan pangan. Dion tak ingin pelajar justru menjadi korban keracunan akibat lemahnya aspek pengawasan.
Ditegaskan, MBG per hari ini adalah program baru yang dicanangkan pemerintah. Otomatis seluruh pihak yang terlibat harus ekstra hati-hati.
Baca Juga: Gagal di Persija, Dua Pemain Muda PSIM Jogja Dipanggil Indra Sjafrie untuk Sea Games
"Kami dorong dapur agar sesuai standar. Saya kira kalau semua pakai standar prosedur tidak ada yang keracunan," ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Imam Purworko menyatakan, bergulirnya program MBG menjadi perhatian TNI. Sejauh ini, pihaknya juga terlibat aktif dalam melakukan pendampingan program tersebut.
Tak hanya itu, jajaran kodim juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan kelancaran program MBG. "Sampai saat ini di Purworejo tidak ada laporan keracunan terkait layanan MBG. Semua dalam kondisi aman dan terkendali," jelasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo