MAGELANG – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono meninjau progres sejumlah proyek pembangunan di wilayahnya. Mulai dari rehabilitasi interior gedung dewan, perbaikan jalan dan saluran drainase di Jalan Pahlawan, hingga pembangunan fasilitas kesehatan di RS Budi Rahayu dan RSUD Tidar.
Dari hasil pemantauan, Damar menyebut, seluruh proyek berjalan lancar, bahkan progresnya melampaui target. Dia optimistis, sebelum masa kontrak berakhir, seluruh pekerjaan selesai. "Intinya, semua pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan target. Sampai saat ini tidak ada masalah, semua on the track," paparnya di RSUD Tidar, Selasa (30/9).
Baca Juga: Jadi Tersagka Korupsi Dana Hibah Pariwisata 2020, Mantan Bupati Sleman Sri Purnomo Belum Mau Berikan Tanggapan
Salah satu yang menjadi sorotan adalah rehabilitasi jalan dan saluran drainase di Jalan Pahlawan. Kawasan ini dikenal sebagai jalur vital pergerakan masyarakat dan pusat kegiatan ekonomi. Perbaikan drainase diharapkan mampu mengatasi genangan air yang selama ini kerap terjadi saat hujan deras. Sementara rehabilitasi jalan bertujuan meningkatkan kenyamanan sekaligus keamanan pengguna jalan.
Tidak hanya infrastruktur kota, sektor kesehatan juga menjadi prioritas. Damar juga meninjau langsung pembangunan di RS Budi Rahayu serta RSUD Tidar yang saat ini tengah memperluas kapasitas pelayanan.
Baca Juga: Hasil Bukaan Cupu Panjala Ada Ayam Jantan sampai Gunung Kayon, Juru Kunci Serahkan Tafsir ke Masyarakat
Khusus di RSUD Tidar, pembangunan diarahkan untuk menyesuaikan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Kebijakan ini sejalan dengan amanat pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas layanan pasien BPJS Kesehatan.
Direktur RSUD Tidar Kota Magelang Junaedi Wibawa mengatakan, pembangunan gedung memang diutamakan untuk KRIS. "Nantinya lantai 1 ada 10 kamar, lantai 2 ada 26 kamar, lantai 3 ada 26 kamar, dan lantai 4 ada 26 kamar," jelasnya.
Menurut Junaedi, gedung baru ini akan menghadirkan ruang rawat inap yang jauh lebih baik. Bila sebelumnya satu lorong bisa menampung hingga delapan pasien, kini dalam skema KRIS maksimal hanya empat pasien per ruangan. Bahkan di gedung baru nanti, setiap kamar hanya akan diisi dua pasien.
Baca Juga: Siapkan SDM Pertanian Unggul, Polbangtan Kementan Latih Mahasiswa Bidang Butcher*
Fasilitasnya sama semua. Ada 12 kriteria yang dipenuhi, termasuk sirkulasi udara, kamar mandi dengan pemanas, ruangan ber-AC, serta sofa untuk penunggu pasien. "Minimal satu kamar mandi untuk empat pasien. Jadi jauh lebih nyaman dibanding dulu," paparnya.
Proyek gedung baru ini ditargetkan rampung pada 29 Desember 2025 dengan progres saat ini mencapai 25 persen. Meski demikian, Junaedi optimistis, pembangunan bisa lebih cepat selesai. Operasional gedung dijadwalkan mulai 2026. (aya/pra)