KEBUMEN - Sebanyak 100 pemuda dari berbagai sekolah dan kampus mengikuti Kemah Kebangsaan di Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Kebumen. Kegiatan yang berlangsung 27-28 September 2025 ini sengaja digelar untuk menumbuhkan semangat nasionalisme para pemuda.
Para peserta terlihat cukup antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Selama dua hari peserta menginap di tenda yang telah disediakan. Mereka bermalam untuk menerima materi serta diskusi tentang empat pilar kebangsaan. Tak hanya itu, peserta juga dibekali dengan pelatihan kepemimpinan.
Baca Juga: KONI DIY Apresiasi Menpora Erick Tohir soal Pencabutan Permenpora No 14 Tahun 2024
"Kegiatan kami kemas dengan kemah. Tujuannya sebagai wadah pembinaan pemuda agar punya karakter tangguh dan cinta tanah air," jelas Panitia Pelaksana Kegiatan Arif Priyantoro, Sabtu (27/9).
Sejumlah narasumber kompeten turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Meliputi dari Anggota Provinsi DPRD Jawa Tengah Saiful Hadi dan Dandim 0709/Kebumen Letkol Arm Purba Sudibyo. Selain itu, materi juga diisi oleh Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kebumen Pratikno.
Baca Juga: Tembus Top 3 Klasemen, Pebalap Astra Honda Tampil Kencang di IATC Motegi
Dalam pelaksanaan, kata Arif, peserta dilatih untuk saling bekerjasama dan menjaga soliditas dan nilai-nilai toleransi. Kegiatan di luar gedung ini juga memuat makna agar pemuda lebih dekat dengan lingkungan dan alam.
"Acara kami padatkan. Tadi ada juga Tari Cepetan. Harmoni antara menjaga bangsa dengan tradisi, alam dan kerukunan," ucapnya.
Baca Juga: Jadi Sumber Dana Pembangunan, Realisasi Pajak PBB Sleman Capai Rp 87,4 Miliar
Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Saiful Hadi menyambut baik konsep kegiatan edukasi tentang wawasan kebangsaan yang dikemas dengan berkemah. Menurutnya kegiatan ini menjadi alternatif atau sarana baru agar penyampaian materi wawasan kebangsaan tidak monoton di kelas.
"Konsep kekinian. Kenapa tidak?Saya lihat anak-anak juga happy. Yang penting bagi mereka harus paham sejarah perjalanan bangsa ini," ujarnya.
Saiful berpesan, hendaknya setiap pemuda memiliki kemampuan untuk menjaga diri agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Menurutnya, nilai-nilai nasionalisme cukup efektif sebagai tameng dalam menghadapi tantangan zaman.
"Butuh kesadaran kolektif. Kami sebagai orang tua tentu tidak ingin pemuda masuk ke lubang kegelapan. Mereka ini pelopor dan penerus kami," tegasnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita