KEBUMEN - Penantian panjang nelayan Desa Pasir, Kecamatan Ayah untuk memiliki sebuah dermaga mulai menemui titik terang. Hal ini setelah Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah berjanji akan mengupayakan permintaan nelayan tersebut agar terealisasi tahun depan.
Di hadapan para nelayan, Zaeni mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen telah berencana membangun dermaga pada 2026. Adapun estimasi anggaran yang disedikan berkisar antara Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar. "Tahun ini sudah dianggarkan Rp 100 juta untuk DED atau perencanaan. Pelaksanaan pembangunan di 2026, clear," tegasnya saat acara Sedekah Laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir Jumat (26/9).
Zaeni menyatakan, keberadaan dermaga cukup penting sebagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan dalam mencari hasil tangkapan laut. Dia percaya hadirnya dermaga akan memudahkan nelayan dalam proses bongkar muat kapal.
Dia memastikan pemkab akan memikirkan nasib nelayan. Apalagi selama ini sebagian pendapatan daerah berasal dari nelayan. "Mereka adalah pejuang retribusi daerah. Mereka sudah membuktikan kebermanfaatan," ucap Zaeni.
Sementara itu, Ketua DPRD Kebumen Saman mengatakan, selain mendukung kesejahteraan nelayan, adanya dermaga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas para nelayan. Sebab dapat menunjang aktivitas perdagangan hasil laut di kawasan pesisir selatan Kebumen.
DPRD, kata Saman, telah berkomitmen akan turut mengawal proses penganggaran proyek dermaga tersebut agar dapat segera terealisasi. "Sebelumnya DPRD sudah berdiskusi panjang bersama nelayan. Kami melalui Banggar (Badan Anggaran) siap mengawal harapan besar mereka," tegas Saman.
Sementara itu, seorang nelayan Lusimin, 45, mengungkapkan, kesabaran nelayan di TPI Pasir sudah hampir habis karena menanti realisasi pembangunan dermaga sejak 1995. Dia menyatakan, selama ini nelayan hanya diberi iming-iming dan janji palsu oleh pemerintah tanpa ada kejelasan. "Infonya pernah dianggarkan, tapi dicoret. Akhirnya kami mengadu ke DPRD. Dan, langsung ditanggapi serius," bebernya.
Dikatakan, keberadaan dermaga cukup urgen bagi nelayan di TPI Pasir. Tanpa dermaga, aktivitas mereka untuk melaut terganggu. Selain itu, kondisi tempat sandar perahu nelayan saat ini juga sudah terlalu sempit untuk menampung lebih dari 300 perahu. "Sudah kami sampaikan, kalau tidak terealisasi. Nelayan di sini mau boikot retribusi ke daerah," lontarnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita