Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Purworejo Bentuk Satgas MBG, Antisipasi Adanya Keracunan Massal

Muhammad Hafied • Kamis, 25 September 2025 | 12:05 WIB

 

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi
 

 

PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo telah membetuk satuan petugas (satgas) makan bergizi gratis (MBG). Satgas ini sengaja dibentuk untuk mengawal implementasi program MBG yang menjadi skala prioritas nasional.

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi mengakatan, pembentukan satgas bertujuan sebagai upaya akselerasi program MBG agar dapat merata di wilayah Purworejo. Di satu sisi, satgas juga bekerja guna memastikan aspek keamanan serta kualitas makanan untuk masyarakat.

"Belum lama, kami sudah bentuk satgas MBG setelah diundang Pak Gubernur. Yang pertama untuk keterserapan APBN," ucapnya selepas menghadiri Musda DPD Golkar Purworejo Rabu (24/9).

Dion mengatakan, pemkab tak ingin muncul gejolak di tengah masyarakat dengan bergulirnya program MBG. Salah satunya kasus keracunan massal yang sekarang menjadi keresahan masyarakat.

Oleh karena itu, dibutuhkan satgas khusus untuk memastikan program berjalan sesuai harapan masyarakat. "Satgas ini menekankan faktor keamanan. Jangan sampai ada anak keracunan," katanya.

Dion menyebut, satgas MBG dibentuk dengan melibatkan lintas sektor. Dipimpin langsung Sekda Purworejo, sedangkan bupati dan wakil bupati ditunjuk sebagai pembina satgas. Di dalamnya juga terdapat unsur dari dinas kesehatan (Dinkes), satuan polisi pamong praja (Satpol PP), TNI, dan Polri. "Pengawasan ini perlu diperketat. Kami sudah turun di dapur. Saya kira kalau semua sesuai standar harusnya tidak ada keracunan," tegasnya.

Satgas, lanjut Dion, bekerja secara terkoordinasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dia pun mengimbau agar pengelola dapur memastikan kualitas dan keamanan makanan sebelum dikomsumsi masyarakat.

Menurut Dion, tujuan program MBG baik. Namun jika tidak dikawal, berpotensi akan merugikan masyarakat. "Apalagi ini program baru, tentu harus berhati-hati," sambung Dion.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa asal Kecamatan Gebang Susilowati, 48, mengaku cemas dengan bergulirnya program MBG. Apalagi belakangan marak terjadi kasus keracunan yang dialami siswa pasca-mengonsumsi makanan MBG. "Khawatir. Di berita ramai keracunan, semoga di Purworejo tidak terjadi," harapnya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi #Satgas #keracunan #Satgas MBG #satuan tugas #Makan Bergizi Gratis (MBG) #Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo #Purworejo