Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Disparbud Kebumen Ajak Generasi Muda Diajak Tak Alergi Kesenian Lokal

Muhammad Hafied • Selasa, 23 September 2025 | 03:45 WIB

 

Kabid Kebudayaan Disparbud Kebumen Istiyadi
Kabid Kebudayaan Disparbud Kebumen Istiyadi

KEBUMEN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen mengajak generasi muda atau kalangan Gen Z tidak apatis terhadap kesenian tradisional. Dalam konteks pelestarian seni dan budaya, generasi muda dinilai berperan penting dalam menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus arus globalisasi.

Kabid Kebudayaan Disparbud Kebumen Istiyadi menyampaikan, keterlibatan generasi muda cukup penting agar kesenian tradisional tidak hanya mampu bertahan. Tetapi dapat terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.

Menurtnya, kesenian lokal juga perlu dikenalkan sejak dini kepada masyarakat agar tumbuh kecintaan dan rasa memiliki. "Terkadang, anak-anak muda ini malu. Padahal identitas bangsa juga dari seni budaya," jelasnya kepada Radar Jogja Senin (22/9).

Dia juga mendorong, pelaku seni dapat menuangkan ide kreatif. Agar seni tradisi dikemas dengan nuansa segar dan lebih modern tanpa kehilangan nilai dan makna. Dengan begitu diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk berkesenian. "Bisa kalau dipoles lebih modern. Pekem tetap ada, tapi harus dibuat lebih menarik," jelasnya.

Saat ini, kata Istiyadi, sudah ada beberapa jenis seni tari yang mulai digandrungi kalangan anak muda. Seperti halnya tari cepetan dan tari lawet. Tarian tersebut dekat dengan pelajar karena selama ini rutin dikenalkan di berbagai jenjang pendidikan.

"PR bersama, bagaimana tarian tersebut bisa disukai segala usia dan penampilan lebih bagus," urainya.

Lebih lanjut, sebagai ikhtiar mengenalkan ke masyarakat luas, seni tradisional khas Kebumen juga kerap tampir di banyak agenda daerah. Dari upaya ini disparbud berharap kesenian lokal dapat tumbuh sebagai kebanggan bersama. "Tontonan jadi tuntunan. Hadirnya kesenian ini bisa membentuk karakter generasi muda," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Kebumen Slamet Pramono sepakat bahwa konsep kesenian tradisional perlu dikemas dengan pendekatan era modern. Dalam hal ini, pihaknya telah memulai dengan mengenalkan kesenian ketoprak kepada Gen Z.

Dia optimistis, kesenian lokal dapat menjadi alternatif hiburan bagi generasi muda. Asalkan mampu beradaptasi sesuai perkembangan zaman. "Ya, belum lama kami tampilkan Ketoprak GenZ. Semua pemain dan pengiring musik pelajar. Ternyata mereka semangat dan antusias," ucapnya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kesenian #anak muda #kebumen #tari #pelaku seni #pelajar #kesenian tradisional #Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) #generasi muda #Seni #Identitas Bangsa #Disparbud KEBUMEN #Gen Z