MAGELANG – Isu sanitasi dipandang sebagai fondasi kesehatan masyarakat sekaligus keberlanjutan Kota Magelang. Pemkot menekankan pentingnya mengelola limbah domestik dengan benar, termasuk melalui program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) yang kini mulai disosialisasikan.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, L2T2 hadir sebagai upaya nyata mencegah pencemaran air tanah dan risiko penyakit menular. Berbeda dengan praktik lama, layanan ini mengatur penyedotan lumpur tinja secara rutin dan terjadwal, bukan menunggu septic tank penuh.
Menurutnya, dengan L2T2, masyarakat bisa menjaga kualitas hidupnya. "Ini adalah wujud komitmen bersama membangun kota yang sehat dan berkelanjutan," katanya saat menghadiri sosialisasi di Pendopo Balai Diklat Kepemimpinan (BDIM), Kamis (18/9).
Sosialisasi ini juga menjadi momentum ajakan bagi masyarakat untuk ikut mendukung program L2T2 dengan melakukan penyedotan septic tank secara rutin. Menurut Damar, sanitasi tidak berhenti di lingkungan sekolah saja, tetapi juga pada pengelolaan limbah rumah tangga yang aman."Generasi muda harus kita jadikan duta sanitasi," lontarnya.
Komitmen pada sanitasi berkelanjutan ini juga diperkuat dengan pelibatan generasi muda. Sebanyak 22 SMP/MTs di Kota Magelang ikut dalam lomba Sanitasi Sekolah Tingkat SMP 2025. Dari hasil penilaian, MTs Negeri Kota Magelang dinobatkan sebagai Juara 1, disusul SMPN 2 Magelang, SMPN 8 Magelang, serta tiga sekolah lain di kategori juara harapan.
Bunda Sanitasi Kota Magelang Nanik Yunianti Damar menambahkan, kualitas sanitasi sekolah berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan prestasi belajar siswa. Manurutnya, sanitasi yang baik mampu mengendalikan faktor lingkungan penyebab penyakit. "Sebaliknya, sanitasi buruk justru bisa menjadi sumber masalah kesehatan," tegasnya. (aya/pra)
Editor : Herpri Kartun