Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Atasi Banjir Perkotaan, Pemkab Kebumen Anggarkan Rp 3,9 Miliar untuk Penataan Drainase

Muhammad Hafied • Rabu, 17 September 2025 | 03:02 WIB
Sebuah alat berat beroperasi di proyek pekerjaan saluran irigasi perkotaan. Tepatnya di ruas Jalan Kolonel Sugiono, Kebumen. (M Hafied/Radar Jogja)
Sebuah alat berat beroperasi di proyek pekerjaan saluran irigasi perkotaan. Tepatnya di ruas Jalan Kolonel Sugiono, Kebumen. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

 

KEBUMEN - Pemkab Kebumen mengalokasikan anggaran senilai 3,9 Rp miliar untuk penataan ulang drainase di wilayah perkotaan. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk intervensi atas persoalan banjir yang kerap merendam area pusat kota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kebumen Joni Hernawaran mengatakan, permasalahan banjir di jantung kota Kebumen selama ini karena sistem drainase kurang berfungsi optimal.

Oleh karena itu, butuh strategi penanganan, salah satunya melalui penataan ulang drainase atau saluran air. "Yang dikerjakan sekarang buat mengatasi banjir perkotaan," katanya, kepada Radar Jogja, Selasa (16/9).

Menurut dia, banjir di sekitar kota menjadi permasalahan serius yang perlu segera ditangani. Jika tidak, maka akan mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama ketika musim hujan datang. "Muaranya langsung dibuang ke Sungai Lukulo. Outline besarnya ke sana," jelasnya.

Joni menjelaskan, kondisi drainase yang tersedia saat ini memang tidak mampu menampung debit air terlalu besar. Terlebih ketika curah hujan cukup ekstrem. Di beberapa titik juga ditemukan penyempitan saluran akibat adanya sedimentasi, sehingga aliran air kurang lancar. "Pakai box culvert, biar air tidak meluap," terang Joni.

Penataan irigasi ini fokus berada di dua titik ruas jalan, yakni Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Kolonel Sugiono. Adapun anggaran pekerjaan diambil dari dana alokasi umum (DAU) pada Perubahan APBD senilai Rp 3,9 miliar. Proyek ini bakal dikerjakan selama 120 hari dengan target selesai pada 12 Desember 2025.

Di lokasi, telah dilakukan pemasangan gorong-gorong berukuran besar berdiameter sekitar 1,5 meter. Konstruksi bangunan ini diharapkan mampu mengatasi potensi banjir perkotaan.

Baca Juga: Tak Bayar Pajak, Satpol PP Kulon Progo Menutup Billboard Komersil dengan Reklame

"Progres pekerjaan belum saya cek lagi. Tapi positif, malah sekarang hampir selesai," beber Joni.

Salah satu warga Kelurahan Kebumen Nurudin, 47, menyambut baik proyek revitalisasi irigasi untuk penanganan banjir. Dia berharap langkah ini menjadi solusi permasalahan banjir yang kerap melanda pusat kota. "Sebenarnya, pas ada air itu tetap ngalir. Tapi lambat, jadi banjir," ungkapnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#saluran irigasi #jalan kolonel sugiono #pemkab #kebumen #gorong gorong #joni #PUPR #Banjir #Perkotaan #box culvert #Sungai Lukulo #penataan drainase