Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ajak Warga Memilah, Pemkab Purworejo Punya PR Tangani 59 Ribu Ton Sampah

Muhammad Hafied • Sabtu, 13 September 2025 | 11:40 WIB

 

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menerima audiensi dari perwakilan Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Purworejo di Ruang Bagelen Kantor Bupati Purworejo, Jumat (12/
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menerima audiensi dari perwakilan Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Purworejo di Ruang Bagelen Kantor Bupati Purworejo, Jumat (12/
 

 

 

 

PURWOREJO - Tumpukan sampah masih menjadi persoalan krusial di Kabupaten Purworejo. Tercatat, dari jumlah 117.937 ton yang ada baru bisa dikelola 58 ribu ton per tahun. Artinya masih ada sekitar 59 ribu ton sampah yang belum tertangani dengan baik.

Ketua Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Purworejo Hery Raharjo menjelaskan, terdapat banyak persoalan sehingga sampah di Purworejo belum tertangani dengan baik.

Seperti terbatasnya layanan angkutan sampah sampai tingkat desa. Layanan ini bahkan baru mampu menjangkau 30-40 persen dari total wilayah administratif.

 

"Disebabkan keterbatasan armada dan rute layanan tidak efisien," ungkapnya, saat audiensi di Ruang Bagelen Kantor Bupati Purworejo, Jumat (12/9).

Berdasar data, tumpukan sampah di Kabupaten Purworejo terus mengalami peningkatan. Di tahun 2020, akumulasi sampah selama setahun 105,146 ton. Jumlah ini meningkat di 2024 yang mencapai 117 ribu ton atau rata-rata per hari 323 ton.

Lebih lanjut, Hery menyatakan penanganan sampah kurang optimal karena kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jetis Loano sudah melebihi kapasitas. Dia juga mencermati saat ini masih kurangnya fasilitas TPS3R di kawasan pedesaan.

Kendati begitu, pihaknya akan terus berjuang dalam penanganan sampah di Purworejo melalui berbagai program.

Pokja PKP, kata Hery, telah menyiapkan program prioritas tekait sampah. Di antaranya revitalisasi fasilitas persampahan. Selain itu pokja juga akan mendorong peran aktif masyarakat melalui gerakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). "Kesadaran perilaku kolektif pemilahan sampah di masyarakat belum terbangun," terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menyatakan komitmen keseriusan untuk mengurai persoalan sampah. Dalam hal ini pemerintah daerah akan merumuskan kebijakan sebagai bentuk intervensi penanganan sampah. Dia menegaskan, problematika terkait sampah adalah masalah penting dan mendesak untuk segera ditindaklanjuti.

 

Pemkab, kata Dion, akan mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang dalam penanganan sampah. Dia pun mendorong agar tumpukan sampah dapat dikelola dengan baik agar memiliki nilai ekonomi. "Kendalanya masyarakat belum memilah dari awal. Problemnya bukan di TPA, tapi karena sampai TPA belum dipilah," ujarnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#TPA Jetis #TPS3R #STBM #Dion #Loano #pokja #wakil bupati #hery #Bagelen #Dion Agasi Setiabudi #phbs #memilah sampah #Purworejo