Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Magelang Jadi Kota dengan Indeks TGM Tertinggi di Jateng, Literasi Itu Membaca Kehidupan, Peluang, dan Masa Depan

Naila Nihayah • Jumat, 12 September 2025 | 04:28 WIB

 

 

ANTUSIAS: Pelajar hingga masyarakat umum antusias mengikuti talk show di aula Perpustakaan Kota Magelang, kemarin (11/9).
ANTUSIAS: Pelajar hingga masyarakat umum antusias mengikuti talk show di aula Perpustakaan Kota Magelang, kemarin (11/9).

MAGELANG - Kota Magelang mencatatkan capaian gemilang dalam bidang literasi. Sebab, indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakatnya mencapai 88,45 persen.

Angka ini membawa Kota Magelang menduduki peringkat pertama di Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang Nurwiyono mengakui, TGM di wilayahnya memang tertinggi di Jawa Tengah.

Sementara Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sudah menembus angka 100. 

Dia menyebut, prestasi itu diraih berkat dukungan semua pihak. Mulai dari pemerintah, sekolah, hingga komunitas literasi.

"Harapannya, capaian ini bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan," ujarnya di aula Perpustakaan Kota Magelang, Kamis (11/9).

Satu upaya yang dilakukan dengan menyelenggarakan talk show bertajuk Literasi untuk Meraih Mimpi.

Talk show itu menjadi bagian dari rangkaian Pekan Kunjungan Perpustakaan yang digelar setiap September, bertepatan dengan peringatan Hari Kunjung Perpustakaan (14 September) dan Bulan Gemar Membaca.

Talk show menghadirkan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, perwakilan DPRD, serta penulis muda nasional JS Khairen sebagai narasumber.

Peserta yang hadir pun beragam, mulai pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, hingga masyarakat umum.

Baca Juga: Sebanyak 7.554 ASN Rampungkan Pendataan Kemiskinan di Magelang

Selain talk show, rangkaian kegiatan juga mencakup pelatihan literasi bagi berbagai kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Tujuannya untuk memperluas akses literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan pada buku.

Melalui kegiatan itu, dia berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga cara masyarakat memperkaya wawasan.

"Serta meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat kebersamaan," kata Nurwiyono.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, literasi memiliki makna lebih luas daripada sekadar membaca teks. "Literasi itu membaca kehidupan, membaca peluang, membaca masa depan,"  lontarnya.

Dengan literasi, lanjutnya, anak-anak di Kota Magelang bisa memperluas wawasan sekaligus menemukan jalan untuk mewujudkan mimpi mereka.

Pada kesempatan itu, dia juga menyinggung tantangan budaya membaca di era digital. 

Dia menambahkan, membangun kebiasaan membaca tidak mudah. Terutama ketika anak-anak lebih akrab dengan gadget.

"Karena itu, melalui kegiatan literasi ini, kita dorong mereka untuk lebih fokus, berpikir kritis, dan memahami sesuatu secara mendalam," jelasnya.

Kehadiran penulis muda JS Khairen turut memberi warna dalam acara ini. Dia berbagi kisah dan pengalamannya sebagai penulis, yang diharapkan mampu memotivasi generasi muda Magelang agar tidak berhenti bermimpi dan menjadikan literasi sebagai bekal meraih cita-cita. (aya/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Talk show #Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat #perpustakaan #gemar membaca #Tingkat Kegemaran Membaca