KEBUMEN - Kabupaten Kebumen dipastikan terlepas dari belenggu kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Sebab tingkat kemiskinan di Kebumen berhasil turun secara signifikan. Per Maret 2025, turun 2,13 persen. Dari sebelumnya 15,71 persen menjadi 13,58 persen.
"Ini berkat dukungan semua pihak. Pak Gubernur, OPD dan semua yang telah bekerja keras," ungkap Bupati Kebumen Lilis Nuryani di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat berdialog di Pendopo Kabumian Selasa (9/9).
Dia menyebut, update data tingkat kemiskinan diperoleh saat rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2025 oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Senin (8/9). Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kebumen per Maret 2024 lalu mencapai 187.950 orang. Sedangkan pada 2025 turun menjadi 162.540 orang. Artinya selama kurun waktu satu tahun ada penurunan angka kemiskinan 25.410 orang.
Masih merujuk data, penurunan tingkat kemiskinan Kabupaten Kebumen ini merupakan pencapaian tertinggi di Pulau Jawa. Sebab progres penurunan kemiskinan di kabupaten dan kota lain rata-rata tidak lebih dari satu persen. Seperto Kota Semarang, penurunan tingkat kemiskinan 0,23 persen. Sementara Kota Surabaya 0,40 persen, Kota Surakarta 0,62 persen, Kabupaten Malang 0,20 persen, dan Kabupaten Bantul 0,12 persen. "Alhamdulillah, penurunannya mencapai 2,13 persen," kata Lilis.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Kebumen dalam menjaga situasi kondusif. Hal ini dianggap penting untuk menjaga iklim investasi sebagai roda penggerak ekonomi daerah. Selain itu kondusivitas juga akan menjadi modal penting dalam realisasi program berkelanjutan.
Dia pun menyinggung berbagai program untuk penanganan kemiskinan. Ditegaskan, parameter tingkat kemiskinan tidak hanya dilihat dari alokasi bantuan sosial atau jumlah penduduk. Melainkan harus berbasis data dengan indikator yang jelas.
Tak hanya itu, Luthfi pun menekankan pentingnya sinergi antar daerah untuk pembangunan di Jawa Tengah. "Membangun Jawa Tengah tidak boleh secara parsial atau ego sektoral. Semua harus berkontribusi," ujarnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita