MAGELANG – Pemkot Magelang bakal meluncurkan program angkutan kota (angkot) gratis bagi pelajar mulai Oktober 2025 dengan total 27 armada. Program perdana ini digelontorkan melalui anggaran perubahan sebesar Rp 280 juta dan menjadi pilot project hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi menjelaskan, angkot gratis ini ditujukan khusus bagi siswa SD hingga SMA yang berangkat dan pulang sekolah. Untuk mengimplementasikannya, pemkot menggandeng pihak ketiga melalui sistem sewa harian, dengan tarif Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu per kendaraan.
Tahun ini, kata Candra, sudah disiapkan 27 angkot yang beroperasi di 11 jalur. "Setiap jalur sudah dirancang agar melewati sekolah-sekolah, bahkan jalur 1 bisa melintasi hingga 14 sekolah," ujar Candra di Terminal Tidar, Selasa (9/9).
Satu syaratnya, usia kendaraan maksimal 15 tahun. "Kita tambahkan stiker identitas dan GPS, supaya pemantauan lebih mudah," jelas Candra.
Program ini, kata Candra, diharapkan tidak hanya membantu pelajar, tetapi juga menjadi napas baru bagi angkot yang selama ini nyaris mati suri. "Selain memfasilitasi anak-anak sekolah, kita juga ingin menumbuhkan kembali angkot," tambahnya.
Jika berjalan baik, lanjut dia, jumlah armada akan ditambah 20 armada, sehingga nantinya menjadi 47 angkot pada 2026. Dengan total anggaran yang diproyeksikan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
Sesuai dengan rencana, program ini dikhususkan bagi pelajar asal Kota Magelang dengan syarat mengenakan seragam sekolah dan mengikuti pembelajaran rutin. Hanya saja, program itu belum mencakup kegiatan ekstrakurikuler di luar jam sekolah karena keterbatasan anggaran.
Untuk jam operasional, dishub masih menyesuaikan dengan dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud). Namun, rencana awal angkot sudah mulai beroperasi sejak pukul 05.30 untuk melayani siswa SD yang masuk lebih pagi.
Dia menambahkan, sosialisasi program ini sudah dilakukan ke sekolah-sekolah. Bahkan, lanjut Candra, program ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat. "Harapannya, program ini benar-benar bisa meringankan warga sekaligus menghidupkan kembali transportasi umum," ujarnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo