MUNGKID – Temuan kasus keracunan yang menimpa sejumlah siswa akibat menu makan bergizi gratis (MBG) tak membuat pemerintah menghentikan program tersebut. Kendati begitu, harus ada evaluasi secara bertahap guna memastikan program itu berjalan baik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, kejadian ini justru harus dijadikan bahan evaluasi agar pelaksanaan program ke depan semakin baik. "Tapi tidak berarti kemudian MBG dihentikan," tegasnya di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang, Jumat (5/9).
Menurutnya, MBG merupakan program prioritas yang telah digariskan presiden untuk meningkatkan gizi anak sekolah sekaligus mengurangi angka stunting. Karena itu, meski ada persoalan di lapangan, pemerintah memastikan pelaksanaannya tetap berjalan dan secara bertahap akan disempurnakan. "MBG ini sesuai arahan Bapak Presiden tetap akan jalan terus dan akan terus disempurnakan serta ditingkatkan kualitasnya," imbuhnya.
Saat disinggung soal pemeriksaan keamanan pangan, Mu'ti menyebut, hal itu menjadi kewenangan Kementerian Kesehatan. Selama ini, sekolah-sekolah sudah memiliki mekanisme pemeriksaan kesehatan rutin melalui unit kesehatan sekolah (UKS).
Namun, dengan adanya program MBG, evaluasi gizi dan keamanan makanan akan diperkuat lagi melalui kerja sama lintas kementerian. "Ke depan, setelah MBG dilaksanakan, akan ada juga pemeriksaan capaian peningkatan gizinya, indikator-indikatornya seperti apa," paparnya.
Mu'ti menekankan, evaluasi bukan hanya soal keamanan pangan, tetapi juga efektivitas MBG dalam meningkatkan gizi anak. Pemerintah akan memantau capaian program melalui berbagai indikator, sehingga manfaat yang diharapkan benar-benar dirasakan.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu juga menegaskan, Kemendikdasmen mendukung sepenuhnya program MBG sebagai mitra pelaksana di sekolah. Sekolah akan disiapkan sebaik mungkin agar mampu menjadi penghubung efektif antara pemerintah dan masyarakat dalam program ini.
Meski baru dimulai, Mu'ti meminta masyarakat memahami bahwa setiap program besar tentu menghadapi tantangan. Dia optimistis, dengan evaluasi berkelanjutan dan perbaikan sistem, MBG akan semakin tepat sasaran serta membawa manfaat jangka panjang. "Kalau ada beberapa masalah, ya dievaluasi dan disempurnakan supaya tidak terjadi lagi peristiwa yang tidak diinginkan," jelasnya. (aya/pra)