MUNGKID - Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang mulai serius mendorong penerapan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) di unit usaha peternakan. Langkah ini dinilai penting agar produk asal hewan tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki daya saing di pasar.
Kepala Dispeterikan Kabupaten Magelang Joni Indarto mengatakan, NKV bukan sekadar sertifikat. Menurutnya, NKV menjadi instrumen penting untuk menjamin produk hewan yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, utuh, dan halal. "Kalau semua unit usaha di Magelang menerapkan standar ini, mereka bisa bersaing di pasar lokal maupun nasional," kata Joni di sela kunjungan ke PT Granat Selasa (2/9).
Tidak hanya berkunjung ke PT Granat, dia bersama jajarannya juga ke PT Taros Farm. Mereka meninjau proses produksi, sistem biosekuriti, hingga fasilitas pendukung di kedua perusahaan.
Dia berharap, semakin banyak unit usaha di Kabupaten Magelang yang mengikuti jejak serupa. Dengan begitu, Magelang bisa dikenal sebagai daerah penghasil produk peternakan yang aman, berkualitas, dan punya daya saing tinggi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispeterikan Kabupaten Magelang drh Ichtiyaryoko menambahkan, pihaknya tidak hanya mengawasi. Tetapi juga mendampingi perusahaan agar siap memenuhi persyaratan NKV.
"Tujuan akhirnya jelas, yakni melindungi konsumen sekaligus memperkuat posisi produk peternakan Magelang di pasaran," ujarnya.
Perusahaan yang dikunjungi pun menyambut baik langkah tersebut. Perwakilan PT Granat Fajar menyebut, pendampingan dari pemerintah sangat membantu. Harapannya, dengan standar yang baik, produknya makin dipercaya dan bisa memperluas pasar.
Sementara itu, perwakilan PT Toros Farm Muhamad Hisyam menekankan, penerapan NKV bagi mereka bukan sekadar kewajiban. "Ini komitmen untuk memberi produk terbaik dan terpercaya bagi konsumen," lontarnya. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita