KEBUMEN - Aktivitas di gedung DPRD Kebumen berangsur normal pasca-aksi anarkis yang terjadi pada Sabtu (30/8). Sejumlah anggota dewan terlihat mulai datang ke kantor untuk menjalankan tugas seperti biasa.
Pantauan di lokasi, para anggota dewan menggelar rapat internal di ruang Komisi B. Para ASN, karyawan dan tenaga ahli di sekretariat dewan juga sudah bekerja di ruang masing-masing. Namun, gedung wakil rakyat tersebut hingga kini masih dijaga ketat aparat keamanan. "TNI-Polri tetap masih stand by 24 jam," ungkap Sekretaris DPRD Kebumen Munadi Selasa (2/9).
Munadi menyebut nilai kerugian atas aksi anarkis yang terjadi ditaksir mencapai Rp 75 juta. Kerugian ini akibat kerusakan barang milik kantor seperti pintu gerbang, pos jaga, pintu utama, kamera pengawas dan 33 jendela yang pecah. "Secara kasat mata nilainya segitu. Saya melaporkan ke bupati juga segitu," jelasnya.
Munadi mengatakan, seluruh dokumen penting daerah dipastikan aman dari amukan massa. Dia mengungkapkan, berkas administrasi yang berkaitan dengan tugas legislatif masih tersimpan rapi di ruang tertutup. "Massa tidak sempat masuk gedung. Semua aman. Toh dokumen juga sudah terdigitalisasi," kata Munadi.
Sementara itu, Ketua DPRD Kebumen Saman Halim Nurrohman cukup menyayangkan aksi anarkis yang terjadi pada Sabtu (30/8). Dia menganggap aksi yang terjadi hingga berujung tindakan anarkis saat itu tidak jelas tujuannya. Ujungnya banyak pelajar terprovokasi hingga nekat merusak gedung dewan.
Kendati demikian, pihaknya menyatakan sangat terbuka untuk menerima setiap kritik dan saran dari masyarakat. Sebagai representasi wakil rakyat, DPRD bakal bekerja sesuai tugas dan fungsi legislatif. "Mereka itu tidak menyampaikan aspirasi atau membawa sebuah mandat. Padahal kami sudah siapkan tempat untuk diskusi atau audiensi," bebernya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita