Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

98 Pelajar Terlibat Kerusuhan di DPRD Kebumen Dikembalikan ke Orang Tua, Mayoritas Siswa SMP dan Hanya Ikut-ikutan

Muhammad Hafied • Rabu, 3 September 2025 | 03:05 WIB
Pelajar yang ditangkap usai melakukan tindakan anarkis di gedung DPRD Kebumen bersimpuh di hadapan orang tua.
Pelajar yang ditangkap usai melakukan tindakan anarkis di gedung DPRD Kebumen bersimpuh di hadapan orang tua.

KEBUMEN - Polres Kebumen mengamankan 98 pelajar yang terlibat kerusuhan di gedung DPRD Kebumen. Seluruhnya sudah dikembalikan ke orang tua.

Sebelum itu, mereka dipertemukan dengan orang tua untuk meminta maaf. Tangis pun pecah ketika satu per satu pelajar menundukan kepala di pangkuan orang tua.

Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kebumen Arum Dwi Lestariningsih mengatakan, pihaknya selalu memantau perkembangan pasca-kerusuhan di depan DPRD Kebumen. Ia juga cukup perihatin karena sebagian pelajar yang diamankan masih duduk di bangku SMP. "Kami terlibat aktif, bagaimana mereka bisa kembali ke pangkuan orang tua," ucapnya kepada Radar Jogja Selasa (2/9).

Arum meminta, orang tua dan keluarga selalu mengawasi pergaulan anaknya agar tidak terjerumus dalam tindakan tercela hingga berujung pelanggaran pidana. Menurutnya peran orang tua cukup penting untuk memastikan tumbuh dan kembang anak.

Dia juga bersyukur para pelajar mengakui kesalahan mereka. "Sedih lihatnya. Kami tidak ingin hal ini terjadi lagi," ujar Arum.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith menyebut, ada peserta aksi yang diamankan masih di bawah umur. Diungkapkan, dari hasil pendalaman petugas mereka terlibat aksi anarkis karena terbawa hasutan.

Atas hal ini, seluruh pejabat daerah sepakat untuk mengembalikan para pelajar tersebut kepada orang tua. "Mereka mengaku hanya ikut-ikutan diajak teman," jelasnya.

Wakil Bupati Zaeni Miftah menekankan, perlunya edukasi wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Kemudian peran aktif organisasi keagamaan dan akademisi. Serta pentingnya teladan dari para elit politik untuk menciptakan suasana kondusif.

Dia mengajak seluruh kompinen menyatukan tekad bersama bahwa tidak ada tempat bagi perusuh di Kebumen. "Jaga anak-anak kita. Jangan biarkan mereka bertindak anarkis," serunya. (fid/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Siswa SMP #orang tua #kerusuhan #dprd kebumen #pelajar #SMP #Polres Kebumen