Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ratusan Warga Pati Jawa Tengah Berangkat ke Jakarta untuk Demonstrasi di KPK, Ini Agendanya

Bahana. • Senin, 1 September 2025 | 19:05 WIB

Photo
Photo
RADAR JOGJA- Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat Pati resmi berangkat ke Jakarta pada Minggu (31/8/2025).

Mereka tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) dengan tujuan menggelar aksi damai di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (1/9/2025).

Aksi tersebut direncanakan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Massa akan mendesak lembaga antirasuah segera menetapkan Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Tekad warga Pati untuk turun langsung ke Jakarta semakin kuat. Menurut rencana, keberangkatan dilakukan pada Minggu (31/8/2025) siang dengan menggunakan puluhan bus yang sudah disiapkan oleh panitia.

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, memastikan kesiapan aksi telah mencapai 100 persen.

Selain jumlah massa yang dipastikan hadir, berbagai perlengkapan unjuk rasa seperti spanduk, poster, hingga atribut lainnya juga sudah disiapkan untuk menyuarakan tuntutan di depan KPK.

"Kami telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, sesampai di Jakarta kami transit di tempat yang telah ditentukan dan kemudian bergerak ke KPK dengan berjalan kaki," kata Supriyono.

Massa juga membawa logistik lengkap mulai dari air mineral, nasi kotak, telur, hingga kerupuk.
Bahkan, mereka menyiapkan kompor gas serta peralatan masak.

Dikutip dari Tribun Jateng, salah satu peserta aksi, Teguh, mengatakan mereka sudah menyiapkan bekal untuk kebutuhan selama di Jakarta.

“Di Jakarta baru ada kerusuhan, kemungkinan warung-warung di sana tutup. Jadi kami membawa bekal sendiri. Di sana kami masak sendiri,” jelas Teguh.

Sementara itu, Koordinator aksi, Teguh Istiyanto, menyebut total warga Pati yang berangkat ke Jakarta mencapai 500 orang.

Ia menegaskan bahwa aksi yang digelar adalah aksi damai, sehingga berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Kami aksi damai bukan aksi rusuh. Kami mau menemui pimpinan KPK supaya bisa mendengar aspirasi kami. Kami mohon dari Pak Presiden Prabowo, Pak Kapolri, dan Pak Panglima TNI untuk mengamankan kami. Karena kami datang bukan untuk bikin kerusuhan tapi hanya untuk menyampaikan aspirasi," ucap Teguh.

Teguh juga menegaskan bahwa Masyarakat Pati Bersatu hanya akan fokus menggelar aksi di depan KPK.

Mereka datang dengan satu tuntutan utama, yaitu mendesak lembaga antirasuah segera menetapkan Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka dalam dugaan kasus suap proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

Teguh juga menyebut bahwa operasional aksi ini murni berasal dari hasil donasi yang digalang oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. Pada hari terakhir penutupan, total donasi yang terkumpul mencapai Rp187 juta.

"Donasi totalnya 187 juta. Kami ucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah membantu kami. Memang apa daya kami sebagai rakyat biasa, mau ke Jakarta menyampaikan aspirasi untuk memperjuangkan Kabupaten Pati supaya Kabupaten Pati nyaman, tenteram tanpa pemimpin yang arogan dan menindas rakyat," katanya.

Dana tersebut, lanjut Teguh, digunakan untuk menyewa transportasi, kebutuhan logistik, hingga perlengkapan aksi. Mereka juga menyiapkan dapur umum yang akan dikelola secara mandiri selama berada di Jakarta, agar seluruh peserta aksi tetap bisa makan dengan baik tanpa harus bergantung pada warung di sekitar lokasi.

Untuk kebutuhan konsumsi, para peserta aksi membawa perlengkapan dapur secara mandiri. Mulai dari kompor gas, beras, telur, tempe, sayur, kerupuk, hingga mi instan dibawa dari Pati untuk dimasak bersama.

"Ada dapur umum. Nanti akan dimasak di sana (KPK)," ujar salah satu perwakilan aksi, Mulyati.


Mereka bahkan telah menyiapkan relawan khusus yang bertugas sebagai juru masak di dapur umum. Pendirian dapur umum ini juga dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan hasil donasi yang sebelumnya digalang oleh Masyarakat Pati Bersatu.

Dengan adanya dapur umum, kebutuhan logistik peserta aksi bisa terpenuhi tanpa harus bergantung pada warung sekitar lokasi. Apalagi, mereka menilai memasak sendiri jauh lebih hemat dan efisien.

"Kami rakyat kecil, kalau beli boros. Selain itu kami juga lihat suasana di Jakarta ada kerusuhan, kemungkinan warung juga tutup. Jadi kami bawa bekal sendiri. Kami masak sendiri," imbuhnya.

Fenomena ini menjadi bukti nyata solidaritas warga Pati dalam memperjuangkan penegakan hukum serta memberikan dukungan terhadap kinerja KPK dalam memberantas korupsi.

Semangat gotong royong yang mereka tunjukkan, mulai dari penggalangan dana, persiapan logistik, hingga pendirian dapur umum, mencerminkan keseriusan sekaligus kedewasaan dalam berdemonstrasi.

Penulis: Adella Haviza

Editor : Bahana.
#demo warga Pati #bupati pati sadewo #KPK