MAGELANG – Polres Magelang Kota menerapkan status Siaga 1 dan melakukan penjagaan 24 jam pasca kericuhan yang terjadi di Mapolres, Jumat (29/8). Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan wilayah tetap terkendali setelah unjuk rasa yang berujung bentrokan antara massa dan aparat.
Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum mengutarakan, seluruh personel dikerahkan, baik dari jajaran polres maupun polsek. Dukungan juga datang dari Kodim 0705/Magelang serta tiga peleton Brimob yang disiagakan.
"Kami setiap hari melaksanakan apel siaga 1 dan standby 24 jam, termasuk patroli skala besar gabungan TNI-Polri," ujarnya di Mapolres Magelang Kota, Sabtu (30/8).
Meski kondisi terkini disebut kondusif, siaga penuh diberlakukan sampai situasi benar-benar stabil. Bentrokan pada Jumat itu menyebabkan dua anggota polisi mengalami luka serius akibat lemparan batu dan besi. Keduanya berpangkat bintara dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Tidar.
Anita menyebut, tidak ada laporan korban jiwa dari masyarakat sipil, meski sempat ada warga yang jatuh saat aksi berlangsung. Sementara itu, kepolisian telah mengamankan 53 orang dengan rentang usia 15–25 tahun. "Mereka kami kembalikan ke orang tua. Jika terbukti melakukan provokasi atau pelemparan, akan kami tindaklanjuti," tegasnya.
Dia belum bisa memastikan status Siaga 1 di Polres Magelang Kota itu dicabut. Kepolisian bersama TNI bakal masif menggelar patroli skala besar pada jam-jam rawan. Sementara aparat diminta tetap siaga penuh sampai ada evaluasi lanjutan.
Koordinator Umum Aliansi Magelang Memanggil Achmad Rizky Airlangga menegaskan, aksi yang sedianya digelar pada 30–31 Agustus itu untuk memprotes dugaan kekerasan polisi terhadap seorang warga.
Padahal, kata dia, pada Jumat hanya dilakukan konsolidasi aspirasi di Taman Pancasila yang dihadiri mahasiswa, komunitas ojek online (ojol), dan organisasi masyarakat sipil. Namun, ada yang meminta aksi unjuk rasa dilakukan Jumat sore.
Para peserta aksi pun sejak awal menghendaki demonstrasi berjalan damai. Dia tidak mengharapkan demonstrasi berjalan rusuh. "Kericuhan yang terjadi di polres di luar kendali aliansi," ucapnya, Jumat (29/8). (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo