Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aksi Demo di Mako Polres Magelang Kota Ricuh, Lemparan Batu Dibalas Gas Air Mata

Naila Nihayah • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 02:54 WIB

 

Kondisi demo di depan Mako Polres Magelang Kota, Jumat sore (29/8).   
Kondisi demo di depan Mako Polres Magelang Kota, Jumat sore (29/8).  

 

 

MAGELANG - Ratusan massa aksi menggeruduk Mako Polres Magelang Kota, Jumat sore (29/8). Mereka terdiri dari berbagai elemen. Tapi didominasi oleh kalangan pelajar. Terlihat dari seragam yang dipakai. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, satu di antaranya meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo imbas kejadian di Jakarta, Kamis (28/8).

Berdasarkan pantauan, demonstran mulai memadati kompleks Mako Polres Magelang Kota sejak pukul 16.00. Mereka mengenakan pakaian serba hitam serta membawa atribut berupa bendera Merah Putih dan One Piece.

Koordinator Umum Aliansi Magelang Memanggil Achmad Rizky Airlangga menyebut, aksi ini sebetulnya untuk memprotes kekerasan polisi terhadap pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang meninggal usai dilindas kendaraan taktis Brimob Polda Metro Jaya saat unjuk rasa pada Kamis (28/8).

Lantas, mereka melakukan konsolidasi aspirasi di Taman Pancasila. Namun, para peserta yang terdiri dari gabungan mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, termasuk pengemudi ojol meminta supaya aksi dilakukan Jumat. "Teman-teman menuntut aksi hari ini (kemarin)," paparnya.

Rangga menyebut, ada sejumlah tuntutan dalam aksi demonstrasi. Yakni untuk melakukan reformasi di instansi Polri setelah berbagai kekerasan yang dilakukan terhadap masyarakat sipil. Kemudian, menuntut agar tujuh pelaku yang turut serta dan melindas Affan diproses hukum seadil-adilnya.

Termasuk meminta Kapolri mundur dari jabatannya dan membubarkan DPR. Hingga berita ini diturunkan, ada sejumlah polisi yang menjadi korban. Tembakan petasan hingga gas air mata masih terus dilakukan.

Setelah menyampaikan orasinya, sejumlah massa tampak melempari batu hingga merusak fasilitas di depan mako. Mulai dari tiang bendera, umbul-umbul, termasuk papan nama Polres Magelang Kota. Bahkan, tenda di depan mako juga dirobohkan oleh demonstran.

Di sela itu, massa ditemui oleh Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum beserta jajarannya. Lantas, mereka duduk dengan demonstran sembari menggelar doa bersama. Alih-alih mereda, massa justru semakin beringas.

Baca Juga: Kontingen Kabupaten Gunungkidul Peroleh 29 Emas di Pepadda IV DIY 2025, Berhasil Duduki Peringkat Keempat, Salip Kulon Progo

Tim dalmas pun siap siaga membuat barikade karena massa mulai mendesak masuk ke dalam mako melalui pintu sisi barat. Mereka mulai melemparinya dengan batu, bahkan menyulut petasan ke arah mako. Suasana semakin mencekam ketika polisi menembakkan gas air mata.

Polisi beberapa kali menembakkan gas air mata supaya demonstran bubar. Tapi, nihil. Lantas datang para personel Kodim 0705/Magelang untuk membantu meredam aksi tersebut. Massa pun berlarian hingga ke depan masjid dan tengah alun-alun.

Saat menjelang azan Magrib, suasana mulai meredam. Para demonstran membubarkan diri. Barulah sekitar pukul 18.40, demonstran melanjutkan aksinya dengan melempar batu dan barang lain di pintu sisi timur mako.

Tim dalmas berusaha mencegah massa. Namun, bentrok tidak terelakkan. Massa kembali beringas. Hingga pukul 19.24, suasana belum terkendali. Meskipun beberapa peserta aksi yang diamankan sudah dibebaskan. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#gas air mata #MaKo #Magelang #lemparan batu #ojol #Affan Kurniawan Sopir ojol tewas dilindas rantis #Demo #AKBP Anita Indah Setyaningrum #Affan Kurniawan #polres magelang kota #one piece #Kapolri Listyo Sgit Prabowo