MUNGKID — Jalan-jalan utama di Magelang kembali dihiasi hamparan bunga tabebuya yang bermekaran. Mekarnya pohon dengan bunga berwarna putih cerah hingga ungu muda itu menambah keindahan wajah kota.
Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Penataan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang Joni Budi Hermanto menjelaskan, mekarnya tabebuya tahun ini dipengaruhi fenomena kemarau basah.
Kondisi tersebut berdampak pada pola mekarnya bunga yang tidak serentak. Selain itu, tingkat kelembapan tiap pohon juga berbeda. "Kalau cadangan airnya masih cukup, tabebuya tidak berbunga. Tapi kalau panas berlanjut, kemungkinan bisa berbunga lagi, bahkan dua kali dalam setahun," ungkap Joni, Selasa (26/8).
"Ini sangat memberikan keindahan, apalagi di jalur menuju destinasi wisata dan perkantoran. Saat bermekaran, tabebuya mirip bunga sakura di Jepang," ujarnya.
Mekarnya tabebuya seolah menjadikan Magelang memiliki musim 'sakura'-nya sendiri. Warna-warna cerah bunga yang berguguran di jalan raya tak hanya memperindah kota, tetapi juga menjadi daya tarik visual yang mampu mengundang wisatawan untuk berhenti sejenak, mengabadikan momen, lalu membagikannya ke media sosial. (aya)