KEBUMEN - Kabupaten Kebumen menyimpan banyak potensi wisata, mulai dari hamparan alam pesisir selatan hingga wilayah utara yang identik dengan pegunungan. Namun, sampai sekarang Kebumen lebih dikenal bukan menjadi tempat tujuan utama bagi wisatawan, melainkan hanya tempat singgah.
Ketua Forum Komunikasi (FK) Pokdarwis Kebumen Taufik Hidayat mengatakan, destinasi di Kebumen belum sepenuhnya menjadi primadona tujuan wisata. Menurutnya, kebanyakan yang datang hanya menuruti rasa penasaran. Setelah itu potensi tidak kembali berkunjung ke Kebumen cukup besar ketika saat berwisata tidak membawa kesan bernilai. "Menurut hemat saya, wisata belum tergarap dengan baik. Akibatnya Kebumen belum menjadi tujuan wisata," ucao Taufik kepada Radar Jogja, Senin (25/8).
Baca Juga: Telkomsel Gelar Kampanye “Nyalakan Semangat Indonesia” di Yogyakarta
Taufik membeberkan, banyak pelancong hanya sekadar singgah ketika melakukan perjalanan. Tidak sedikit wisatawan hanya berhenti sejenak untuk menikmati destinasi wisata yang ada. Artinya mereka tidak berlama-lama menghabiskan waktu di Kebumen. "Kalau mau ke Jogja, mampir kencing dulu sambil wisata ke Kebumen," katanya.
Dia menerangkan, banyak faktor yang membuat Kebumen bukan menjadi tempat tujuan wisata. Salah satunya aksesibilitas berupa dukungan infrastruktur yang layak menuju tempat wisata. Bagi dia, kesiapan infrastruktur cukup menentukan terhadap peluang kunjungan wisata.
Baca Juga: Jual Delapan Botol Miras Ilegal, Perempuan asal Pakem Didenda Rp 2 Juta
Selain itu, fasilitas penunjang seperti kemudahan transportasi serta penginapan juga akan menjadi salah satu pertimbangan wisatawan. Selain itu, kesiapan sumber daya masyarakat dalam membaca peluang di sektor pariwisata. "Banyak orang luar tanya, bus besar bisa masuk lokasi atau tidak? Faktanya tidak semua bus besar bisa masuk. Fasilitas juga perlu dikompliti" ungkap Taufik.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen Frans Haidar mengatakan, salah satu tantangan di sektor wisata memang bukan hanya mendatangkan banyak pengunjung, tapi juga membuat mereka betah agar berkenan kembali ke Kebumen. Dia juga tak menampik bahwa Kebumen belum menjadi tempat tujuan wisata. Hal ini yang menurutnya perlu menjadi pekerjaan rumah bersama. "Saya merasakan, karena sulitnya mendatangkan wisatawan," ucapnya.
Frans mengaku bersyukur karena belakangan munculnya destinasi yang dikelola swasta mampu mendongkrak kunjungan wisata Kebumen. Seperti Pantai Menganti, Pitris Ocean View hingga Sagara View. Dia juga mengajak seluruh pihak terlibat aktif dalam pemajuan wisata Kebumen. Apalagi sekarang Kabupaten Kebumen sudah tersemat status Unesco Global Geopark (UGG) sebagai daya tarik wisata. "Banyak sekali yang bisa digali. Tugas kita menyiapkan langkah besar untuk pengembangan pasar wisata," ujarnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita