MUNGKID - Di tangan seniman asal Portugal Nelson Ferreira, Candi Borobudur bukan hanya meninggalkan siluet batu yang membisu dalam gelap. Namun, keheningan itu berubah menjadi goresan cahaya yang hidup di atas kanvas. Gambar tersebut dituangkan lewat teknik melukis kontemporer bernama PlatiGleam.
Ferreira tidak melukis dari foto atau imajinasi. Dia menunggu malam tiba, duduk di pelataran Borobudur, Prambanan, dan Sewu, lalu menorehkan candi-candi itu dalam situasi yang paling sunyi. Hasilnya bukan sekadar dokumentasi visual, melainkan karya yang memancarkan aura cahaya.
Karya-karya Ferreira bisa dinikmati di Museum Borobudur, Kampung Seni Borobudur. Akan dipamerkan mulai 9 September hingga 9 Oktober 2025.
Commercial Group Head PT Taman Wisata Borobudur AY Suhartanto menjelaskan, program ini merupakan bagian dari program Twin World Heritage, yang sejak 2017 menghubungkan Candi Borobudur dengan sejumlah warisan dunia lain. Seperti Angkor Wat di Kamboja, Monastery Batalha di Portugal, Machu Picchu di Peru, hingga Taj Mahal di India.