Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari 180 Warga, 100 di Antaranya Jadi Nelayan, Desa Rowo Hidup Jadi Kampung Nelayan di Ujung Timur Kebumen

Muhammad Hafied • Minggu, 24 Agustus 2025 | 12:05 WIB
Dari 180 Warga, 100 di Antaranya Jadi Nelayan, Desa Rowo Hidup Jadi Kampung Nelayan di Ujung Timur Kebumen
Dari 180 Warga, 100 di Antaranya Jadi Nelayan, Desa Rowo Hidup Jadi Kampung Nelayan di Ujung Timur Kebumen

KEBUMEN - Kabupaten Kebumen secara topografi diuntungkan karena punya bentang garis pantai sepanjang 57,5 kilometer. Kekayaan alam ini tidak hanya menjadi daya tarik alam, tetapi juga sumber penghidupan warga di pesisir selatan Kebumen. Tak terkecuali bagi warga Desa Rowo, Kecamatan Mirit yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut.

Hampir setiap hari sebagian besar warga Desa Rowo pergi melaut. Bermodalkan perahu kecil dan peralatan sederhana, para nelayan mengadu nasib di tengah laut. Deburan ombak hingga ancaman angin besar tak menciutkan nyali mereka mencari rezeki dari hasil laut.

Hidup mereka memang bergantung pada hasil tangkapan ikan, udang serta rumput laut. Meski penuh tantangan, nelayan tetap bertahan dengan mata pencahariannya yang sudah diwariskan secara turun temurun.

Para nelayan tak ingin meninggalkan begitu saja tradisi leluhur untuk mencari hasil tangkapan laut. "Bisa dikata mayoritas orang sini nelayan. Bapak-bapak kebanyakan kerja di laut," ungkap Kepala Desa Rowo, kepada Radar Jogja Jumat (22/8).

Berdasar data, di Desa Rowo terdapat 180 lebih warga yang berprofesi sebagai nelayan. Sedangkan untuk kepemilikan perahu ada sekitar 40 unit yang bersandar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Rowo.

"Di catatan kami itu ada sekitar 100 warga di KTP status pekerjaannya nelayan. Jumlah real lebih dari itu," jelasnya.

Selain di laut, warga Desa Rowo juga mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan. Seiring waktu, kekayaan alam yang ada kemudian dimanfaatkan untuk membuka sektor pariwisata. Perlahan peluang ini mampu menggerakkan geliat ekonomi warga setempat.

Desa Rowo berada di paling ujung timur wilayah Kebumen. Tepatnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Purworejo. Hanya terpisah dengan sebuah aliran sungai, yakni Sungai Wawar.

"Cari ikan tidak mesti, terkadang nelayan bisa sampai perairan Jogja. Dari sini kan dekat," ujar Samsino.

Sementara itu, Ketua Rukun Nelayan TPI Rowo Saryanto mengatakan, ada dua alternatif pekerjaan yang ditekuni warga Rowo. Selain nelayan, tetapi warga juga bekerja sebagai petani dengan menggarap lahan di sepanjang pesisir selatan. Namun, kata dia, nelayan tetap menjadi pokok penghasilan warga. "Cuaca biasanya tidak tentu, ya larinya ke sawah. Tanam cabai, semangka dan sembarang tanaman. Utamanya sih nelayan," bebernya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #Nelayan #desa