KEBUMEN - Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin memastikan prajurit TNI akan terlibat aktif dalam program swasembada pangan. Jenderal bintang dua ini menegaskan prajurit TNI akan menaruh perhatian dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Langkah ini selaras dengan program Asta Cita Presiden yang ingin mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan. "Dengan semangat persatuan dan gotong royong, kita akan mampu mengatasi tantangan dan ancaman kelangkaan bahan pangan," katanya saat panen raya padi di Desa Tepakyang, Adimulyo, Kebumen Rabu (13/8).
Menurut Achiruddin, ketahanan pangan memiliki arti penting dan strategis bagi bangsa Indonesia. Hal ini tidak hanya sekadar bicara program pemenuhan bahan pangan serta ketercukupan gizi masyarakat. Melainkan sebagai modal dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus keamanan nasional.
Pada panen raya ini, dia pun mengapresiasi kerja keras petani Desa Tepakyang dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Sebab petani setempat mampu mengolah lahan pertanian seluas 186 hektare dan menghasilkan panen mencapai 1.116 ton atau rata-rata 6 ton per hektare.
"Ini mencerminkan adaptasi teknologi pertanian semakin maju dan responsif terhadap kebutuhan petani" katanya.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyebut, kedatangan pangdam di Kebumen akan menjadi motivasi bagi para petani. Dia berharap kolaborasi antara jajaran TNI dan Pemkab Kebumen dalam memajukan sektor pertanian dapat terus terjaga dengan baik.
Lilis menyebut, selama ini prajurit TNI selalu sigap ketika terdapat kebutuhan mendesak, seperti penanganan bencana. TNI melalui Babinsa juga telah menjadi teman dekat petani, khususnya pada saat program penyerapan hasil panen petani untuk dikirim ke Bulog. "TNI selalu hadir. Memberikan pelatihan, ikut mendampingi petani dan menjadi teladan gotong royong," kata Lilis. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita