MAGELANG – Para pengusaha dari seluruh Indonesia, yang tergabung dalam kamar dagang dan industri (Kadin) baru menyelesaikan retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Minggu (10/8). Mereka pun belajar kembali terkait kebangsaan, nasionalisme dan patriotism.
Hal itu dinyatakan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie usai merampungkan rangkaian retret Kadin Indonesia yang dimulai sejak Jumat-Minggu (8-10/8). “Kami melupakan sejenak untung rugi, sesaat fokus apa yang bisa dilakukan untuk bangsa dan Negara,” tuturnya.
Di Akmil Magelang, Anindya para pengusaha dari sleuruh Indonesia ini mendapat paparan materi dari berbagai pihak. Meski tetap diarahkan sesuai dengan bidang ekonomi. “Sampai pukul 22.00 malam kami masih ditatar Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional),” ungkapnya.
Menurut dia, yang bisa dipelajari selama retret adalah Kadin yang menjadi mitra strategis pemerintah. Di antarannya strategi untuk membantu ketahanan nasional dengan ketahanan ekonomi. “Jadi bukan hanya memikirkan pertumbuhan tapi juga pemerataan,” katanya.
Hal lain yang juga menjadi sorotan terkait dengan visi Presiden Prabowo Subianto mewujudkan Indonesian Incorporated. Putera pertama pengusaha Aburizal Bakrie itu mengartikan permintaan presiden dengan gotong royong.
Yaitu bekerjasama untuk memastikan pengusaha kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar, yang besar makin besar. “Yang belum mulai (jadi pengusaha) memulai,” ungkapnya.
Anindya juga mengatakan, selama pelaksanaan retret juga diajak kembali untuk mematahui regulasi yang berlaku. Meski tetap dituntut untuk berfikir kreatif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Intinya kami pulang punya nilai kebangsaan tapi tetap kompetitif dalam dunia usaha tapi tetap berpihak pada pengusaha lokal,” ungkapnya.
Usai dari Akmil, rombongan Kadin Indonesia didampingi Wali Kota Magelang Damar Prasetyono pun sempat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang yang diasuh KH Muhammad Yusuf Chudlori.
Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Gus Yusuf itu menyebut, ponpesnya juga memiliki vokasi yang menyiapkan tenaga kerja terampil. Dia berharap para alumni ponpes bisa diserap dunia usaha. “InsyaAllah tidak menambah jumlah pengangguran, tapi siap sukses dunia akhirat,” paparnya.
Editor : Heru Pratomo