MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang mengawali langkah strategis menuju generasi yang lebih sehat melalui kick off program cek kesehatan gratis bagi anak sekolah.
Program ini diluncurkan di SD Negeri 2 dan 3 Potrobangsan, sebagai bagian dari pelaksanaan serentak di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Istikomah menuturkan, program ini menjadi bentuk nyata keberpihakan negara terhadap hak kesehatan anak.
Tak hanya yang bersekolah formal, tapi juga mereka yang terpinggirkan dari sistem pendidikan.
Dia menyebut, pemeriksaan kesehatan akan dilakukan menyeluruh, mulai dari SD, SMP, SMA atau yang sederajat.
"Termasuk madrasah dan pondok pesantren, baik negeri maupun swasta," jelas Istikomah usai kegiatan, Senin (4/8/2025).
Adapun jumlah sasaran program mencapai 38.679 anak.
Terdiri atas 12.854 siswa tingkat SD, 11.012 siswa tingkat SMP, dan 14.813 siswa tingkat SMA.
Pemeriksaan akan berlangsung mulai Agustus hingga Desember 2025.
Istikomah menambahkan, ada 13 jenis pemeriksaan untuk SD dan SMA serta 15 jenis untuk SMP.
Pemeriksaan ini, kata dia, mencakup aspek tumbuh kembang, gizi, kesehatan mulut, mata, telinga, hingga kesehatan mental.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan pentingnya deteksi dini sebagai pondasi generasi sehat.
"Melalui pemeriksaan ini, kita bisa tahu sejak awal apakah ada gangguan kesehatan yang perlu ditangani," paparnya.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ini menjadi penting agar anak-anak bisa tumbuh optimal, berprestasi, dan menjalani hidup dengan penuh semangat.
Dengan fondasi tubuh dan mental yang kuat, anak-anak akan lebih siap menjadi agen perubahan di masa depan.
Menariknya, program ini juga menjangkau anak-anak usia 7 hingga 17 tahun yang tidak bersekolah atau putus sekolah.
Mereka tetap menjadi bagian dari perhatian pemerintah, tanpa diskriminasi.
"Ini menunjukkan bahwa Kota Magelang hadir untuk semua anak, tanpa terkecuali. Kita ingin kalian tumbuh sehat, kuat, dan berani bermimpi besar," kata Damar. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin