Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keajaiban Borobudur di Tangan Pelukis Jerman, Christopher Lehmpfuhl Jadi Ruang Dialog Antara Masa dan Makna

Naila Nihayah • Senin, 4 Agustus 2025 | 20:23 WIB
Lehmpfuhl menyelesaikan lukisan Candi Borobudur pertamanya di atas kanvas berukuran 1,5 x 1,5 meter dalam kurun waktu 1,5 jam.
Lehmpfuhl menyelesaikan lukisan Candi Borobudur pertamanya di atas kanvas berukuran 1,5 x 1,5 meter dalam kurun waktu 1,5 jam.

MUNGKID - Seorang pria berdiri mematung di hadapan Candi Borobudur. Bukan sekadar turis, bukan pula sekadar pelukis. Ia adalah Christopher Lehmpfuhl, maestro kenamaan asal Jerman yang melukis bukan dengan kuas, melainkan dengan gaya khas finger painting.

Sejumlah kanvas berbagai ukuran dan dua puluh empat kaleng cat lukis aneka warna berjajar di halaman Kenari, kompleks Candi Borobudur. Lehmpfuhl mulai membuka satu per satu kaleng dan mengambil cat, lalu diletakkan pada sebuah alas.

Dengan tangan yang mulai dipenuhi warna, Lehmpfuhl seperti sedang berbicara diam-diam dengan candi kuno itu. Lantas menggoreskan tanggannya pada kanvas berukuran 1,5 x 1,5 meter. Sesekali dia mengamati setiap detail objek di depannya itu.

Ia menerjemahkan diamnya batu menjadi warna yang hidup di atas kanvas. Sebab ia tak sekadar menggambar bentuk, tapi juga menggali makna. Dan pagi itu, di antara relief dan sejarah yang senyap, Borobudur pun menjelma menjadi kanvas global.

Melukis dengan objek Candi Borobudur adalah kali pertama baginya. Apalagi Lehmpfuhl baru pertama kali datang ke Indonesia. "Saya merasa terhormat bisa melukis tempat suci ini," ucapnya, Senin (4/8/2025).

Menurutnya, Borobudur bukan subjek yang mudah. Bentuknya masif, warnanya kelam alami, dan atmosfernya penuh aura spiritual. Tapi, justru di situlah tantangannya. Ia harus menjaga bentuknya tetap utuh meski dirinya melukis dalam gaya ekspresif.

Bagi Lehmpfuhl, menangkap cahaya yang menyentuh batu-batu suci itu lebih dari sekadar teknis. Ia adalah pencarian ruh. "Warnanya juga tidak biasa. Abu, tanah, kadang keemasan saat terkena cahaya," ungkapnya.

Di sini, Lehmpfuhl melukis dengan teknik impasto atau lapisan cat tebal yang ditekan langsung dengan jari. Hasilnya bukan hanya gambar, tapi tekstur. Karya-karyanya seperti bisa diraba dan punya denyut. Ia menyebutnya 3D painting.

Dalam proyek kali ini, ia menargetkan membuat lima hingga enam karya tentang Borobudur. Lukisan pertamanya berukuran 1,5 x 1,5 meter dan rampung dalam kurun waktu 1,5 jam. Lukisan tersebut membuat takjub para pengunjung Candi Borobudur dan sesekali mengabadikannya.

Kunjungan Lehmpfuhl ke Borobudur bukanlah perjalanan tunggal. Ia datang sebagai bagian dari proyek artistik yang diprakarsai oleh SBY Art Community, komunitas seni bentukan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, bekerja sama dengan Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB).

Baca Juga: Erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki, Sejumlah Penerbangan Mengalami Penundaan

Ditemani pelukis muda dari ISI Yogyakarta, Surakarta, seniman lokal Magelang, dan pelukis independen, mereka bersama-sama mengangkat Borobudur sebagai subjek seni yang hidup dan terus bergerak.

Koordinator ADC Presiden ke-6 RI, Kolonel Tumpal Raines Napitupulu mengutarakan, SBY sudah lama merencanakan proyek ini. Melalui seni, dia ingin membawa sejumlah destinasi yang dijadikan sebagai objek, termasuk Borobudur, ke mata dunia

Proyek ini, kata dia, merupakan bagian dari rangkaian perjalanan artistik yang telah menyambangi Monas dan Cisarua. Titik terakhirnya adalah Pacitan, tanah kelahiran SBY. Di sana, obyek lukisannya adalah Museum SBY-Ani dan Pantai Klayar yang eksotis.

Tumpal mengatakan, puncak dari perjalanan ini akan diwujudkan dalam sebuah pameran megah pada Juni 2026 di Berlin. Atau bertepatan dengan peringatan sister city Jakarta–Berlin. SBY pun sudah berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ihwal rencana tersebut.

Meski tak ikut hadir ke Borobudur karena alasan medis, SBY tetap berpartisipasi penuh dalam proyek ini. Di kediamannya di Cikeas, SBY kini tengah menyelesaikan lukisan bertema Borobudur. "Beliau mungkin tidak hadir secara fisik, tapi semangatnya menyertai," lontarnya.

Sebelum melanjutkan tur ke Pacitan, SBY bersama Lehmpfuhl bakal mampir ke ArtJog untuk berinteraksi dengan para seniman. Bagi SBY, seni adalah bahasa diplomasi yang tenang, tapi mengakar.

Menurut Direktur Keuangan, Umum, dan Komunikasi Publik BPOB Yusuf Hartanto, kolaborasi ini adalah bukti bahwa pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata bisa bersatu dalam satu tarikan garis seni. "Lewat lukisan, dunia akan kembali menoleh ke Borobudur, bukan sekadar sebagai destinasi, tapi sebagai sumber inspirasi," ungkapnya. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Candi Borobudur #Christopher Lehmpfuhl #Pelukis Jerman #melukis borobudur #finger painting