MAGELANG — Komitmen Kota Magelang sebagai kota ramah anak kembali ditegaskan lewat empat program unggulan yang berpihak pada kepentingan anak. Program-program tersebut adalah Anak Merdeka, Harapan Magelang, Angkot Pelajar Gratis, dan Z-Hub.
"Anak-anak bukan hanya tanggung jawab konstitusional, tetapi tanggung jawab moral kita semua," ujar Wali Kota Magelang Damar Prasetyono di GOR Samapta Sanden, Selasa (29/7).
Menurut Damar, berbagai program yang diluncurkan Pemkot Magelang bertujuan untuk menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman, sehat, inklusif, dan memberdayakan. Program pertama yakni Anak Merdeka yang berfokus pada perlindungan anak dari kekerasan, baik fisik, psikis, maupun sosial.
Selain itu, program ini juga menargetkan pencegahan pernikahan dini dan penurunan angka stunting yang berdampak pada kualitas hidup anak di masa depan. "Kami terus mendorong agar anak-anak bebas dari ketakutan, kekerasan, dan tekanan sosial. Mereka berhak merdeka secara fisik dan mental," katanya.
Kemudian, program Harapan Magelang. Melalui program tersebut, pemkot ingin memberikan beasiswa pendidikan vokasi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Langkah ini dilakukan agar akses pendidikan yang bermutu tidak menjadi hak eksklusif kelompok tertentu.
Program ini, kata Damar, juga menjadi jawaban atas kebutuhan anak-anak untuk memiliki keahlian praktis dan siap kerja. Terutama mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
Selanjutnya, program Angkot Pelajar Gratis. Inisiatif tersebut menjadi solusi transportasi sekolah yang aman dan gratis bagi seluruh pelajar di Kota Magelang. Selain mengurangi beban ekonomi keluarga, program ini juga mendukung kehadiran siswa secara rutin di sekolah.
Sementara itu, program Z-Hub menjadi ruang terbuka dan partisipatif bagi anak-anak dan remaja untuk menyalurkan aspirasi, berdiskusi, serta berkarya. Ruang ini menjadi simbol suara anak muda tak hanya didengar, tetapi juga diberi tempat untuk diwujudkan.
"Kalian adalah pemimpin masa depan. Kami berjanji akan terus menjaga dan memperjuangkan hak-hak kalian," lontarnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo