MAGELANG - Di sebuah dusun kecil di lereng Gunung Sumbing, warga Dusun Gopaan, Desa Genito, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang menggelar tradisi yang nyaris langka, pernikahan tembakau. Ritual setahun sekali ini tak sekadar menjadi prosesi budaya, tapi juga penanda harapan petani akan musim panen yang baik.
Tepat hari Selasa Pahing di bulan Safar, dusun ini berubah menjadi panggung tradisi. Warga berbondong-bondong menuju Sendang Piwakan, mata air sakral yang menjadi pusat ritual. Di sana, gunungan hasil bumi menyerupai naga diarak layaknya pengantin, diiringi sepasang 'temanten tembakau' yang akan 'dinikahkan'.