KEBUMEN - Keberadaan penginapan milik pemerintah daerah di kompleks gedung Pusat Usaha Layanan Terpadu (PLUT) Kebumen mendapat sorotan dewan. Hal ini menyusul rendahnya patokan target pendapatan penginapan pelat merah tersebut.
Ketua Komisi C DPRD Kebumen Bambang Suparjo mengatakan, target pendapatan penginapan yang berada di PLUT tidak kurang dari Rp 100 juta. "Pendapatan di sini itu kecil," ucap Bambang saat inpeksi mendadak ke PLUT Kebumen Senin (28/7).
Padahal potensi pendapatan yang dihasilkan tersebut masih dapat dioptimalisasi. "Begitu lihat pendapatan tidak sesuai, maka kami turun lapangan. Setelah ini dinas akan kami panggil," sambungnya.
Menurut Bambang, penginapan milik pemkab ini punya peluang menghasilkan pendapatan cukup besar. Sebab berada di lokasi strategis, tepatnya di pusat kota.
Bangunan dan fasilitas yang tersedia juga terbilang lengkap dengan harga terjangkau. "Misal yang menginap jarang, buat saja kos. Kalau itu memang menguntungkan kenapa tidak," bebernya.
Dia juga menyoroti transparansi pendapatan dari hasil penginapan PLUT Kebumen. Sebab selama ini masih menggunakan pembukuan manual. Kondisi ini menurutnya membuka celah kebocoran pendapatan asli daerah (PAD). "Kenapa kami cerewet perlu ada digitalisasi retribusi dan pajak. Harusnya begitu pesan kamar langsung masuk ke rekening kas daerah," lontarnya.
Sementara itu, Pengelola Penginapan PLUT Kebumen Sigit Sugiarto mengaku, setiap hari pendapatan dari penginapan tidak menentu. Selama ini keterisian kamar hanya mengandalkan kegiatan berskala besar yang tekoneksi dengan penyewaan gedung. "Seringnya kosong. Hasilnya tidak mesti sih, paling pas ada hajatan include dengan kamar," katanya.
Sigit menyebut, total kamar yang tersedia di penginapan PLUT Kebumen sebanyak 12 kamar. Terdiri dari dua kamar VIP. Adapun target PAD dari pengelolaan kamar senilai Rp 86 juta setahun. "Per hari ini pendapatan sudah sekitar Rp 40 juta," sebutnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita