PURWOREJO - Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah bergulir dinilai baru sebatas euforia belaka. Faktanya sejumlah pengurus koperasi masih kelimpungan karena belum ada arah kejelasan pascakoperasi dibentuk.
Ketua KDMP Desa Ngentak, Kecamatan Ngombol Marnie menegaskan, pemerintah terlalu terburu-buru dalam mengambil langkah terkait pembentukan koperasi. Padahal instrumen pendukung belum siap, baik dari sisi regulasi, teknis pelaksanaan, SDM hingga permodalan.
Kondisi ini menjadi kendala tersendiri bagi para pengurus koperasi. "Saya melihat belum siap, baru euforia saja," katanya, kepada Radar Jogja, Minggu (27/7).
Secara legal formal, kata Marnie, seluruh KDMP di Purworejo telah terpenuhi. Namun begitu, sampai sekarang belum ada aksi nyata alias tindak lanjut pasca peresmian oleh presiden pada pekan lalu.
Ia pun meminta pemerintah segera berhitung cermat agar tidak menjadi beban pikiran para pengurus koperasi. "Saya yakin di Purworejo itu belum jalan. Permodalan saja belum ada," ungkapnya.
Ia sepakat KDMP dirancang sebagai lokomotif baru penggerak ekonomi kerakyatan. Kendati begitu, keberadaan koperasi tersebut perlu dibarengi langkah strategis. Artinya tidak hanya terhenti sebatas launching.
Tetapi butuh langkah konkret agar segera membawa dampak nyata bagi masyarakat. "Kondisi di bawah masih sama-sama bingung. Arahan dan bimtek (bimbingan teknis) juga belum," bebernya.
Marnie bercerita, berbagai upaya telah dilakukan pengurus demi mengejar target pembentukan Kopdes Merah Putih serentak secara nasional. Tak jarang pengurus juga harus merogoh kantong sendiri untuk mencukupi kebutuhan adminitrasi.
"Pengurus tombok dulu buat urus dokumen. Wara-wiri juga butuh bensin. Ya pakai uang sendiri," katanya.
Baca Juga: Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Resmi Menjadi Amunisi Baru Cremonese di Serie A
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Purworejo Hadi Pranoto menyampaikan, di Purworejo sendiri telah terbentuk 454 Kopdes Merah Putih. Terdiri dari 400 koperasi dibentuk mandiri, 25 koperasi di tingkat kelurahan dan 29 koperasi merupakan gabungan dari beberapa desa.
Dia memastikan pemerintah daerah akan mendukung Kopdes Merah Putih secara berkelanjutan. Hal ini menjadi komitmen dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa atau kelurahan berbasis koperasi.
"Kami siap mendukung keberlangsungan koperasi desa secara profesional dan produktif," ungkapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo