Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kebumen menggelar pelatihan konten kreator dasar dengan menyasar para pelaku UMKM.
Pelatihan ini untuk menambah kompetensi pelaku usaha agar lebih adaptif dengan dunia digital.
Kepala Disnaker Kebumen Budhi Suwanto menyampaikan, pelatihan konten kreator merupakan salah satu ikhtiar agar pelaku usaha melek digital.
Dengan begitu, tujuan akhir dari pelatihan diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha.
"Ruang digital sekarang bagian tak terpisahkan dari kehidupan. UMKM juga perlu paham. Mereka harus menjadi subjek, bukan objek," kata Budhi kepada Radar Jogja, Kamis (24/7).
Pelatihan berlangsung di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Kebumen. Ada 25 pelaku UMKM yang ikut dalam pelatihan.
Mereka dibimbing langsung oleh pemateri profesional selama lima hari, 21-25 Juli 2025.
Dalam pelatihan ini peserta pelatihan digembleng terkait produksi konten kreatif melalui platform digital sebagai sarana promosi dan pemasaran.
Peserta juga mendapat pemahaman soal strategi pemasaran digital serta pemanfaatan teknologi untuk membangun citra positif usaha yang sedang ditekuni.
"Pelatihan sekarang sudah kedua. Rencananya sampai batch ketiga. Kami juga kolaborasi lintas dinas," ungkapnya.
Ia memastikan pascamengikuti pelatihan para pelaku UMKM dapat mengelola usaha berbasis digital. Menurutnya, persaingan pasar semakin hari kian kompetitif seiring pesatnya dunia digital.
Baca Juga: Wadah Suporter PSIM Jogja Brajamusti Ingin Menjaga Marwah Mataram is Love Selamanya
Kondisi ini menuntut pelaku UMKM menguasai teknologi digital sebagai modal pengembangan sektor bisnis dan usaha.
"Sekarang marketplace sudah terbuka lebar. Platform digital juga sudah mendukung jualan. Peluang ini yang perlu ditangkap pelaku UMKM," jelasnya.
Bagaimana dengan peserta peatihan? Pelaku usaha berbasis online Mualim, 47, meminta agar dinas dapat mengalokasikan anggaran lebih untuk peningkatan kapasitas pelaku usaha di bidang digital.
Dinas terkait juga diharapkan peka terhadap kebutuhan pelaku usaha seiring pesatnya kemajuan teknologi.
"Sekarang produknya bagus, tapi terkadang kurang mampu mengelola di medsos. Ini yang perlu diperhatikan. Kalau bisa slot pelatihan ditambah," ujar warga Desa Puring itu penuh harap. (fid/laz)
Editor : Herpri Kartun